Archive for Negeriku Indonesia

Pancasila Adalah Nilai, Bukan Sekedar Slogan

Pancasila itu adalah nilai-nilai, bukan sekedar slogan. Ibarat ajaran agar kita selalu “menjadi orang baik”, rasanya menggelikan kalau anda teriak-teriak “saya orang baik” tapi anda malah marah-marah tak karuan ketika seorang preman jahat yang sering menghina dan menyusahkan penduduk sekitar ditangkap polisi.

Sekali lagi, maaf, itu lutju.

Tidak salah jika memproklamirkan diri sebagai orang baik, yang menyedihkan adalah kalau anda malah mendukung orang yang merusak nilai “baik” itu sendiri.

Kecuali kalau standar “baik” anda adalah sama dengan standar si preman, maka kami tidak bisa lagi berkata apa-apa.

Tidak salah jika memproklamirkan diri sebagai penganut pancasila, yang menyedihkan adalah kalau anda malah mendukung orang yg menginjak-nginjak nilai pancasila dengan merusak persatuan indonesia, mengabaikan nilai-nilai keadilan sosial bagi rakyat, dan menista agama orang lain.

Kecuali kalau standar pemahaman dan pengamalan pancasila anda memang sama dengan si preman, maka kami tidak bisa lagi berkata apa-apa.

Mari Melihat Fakta, Bukan Media

Mari melihat fakta, bukan gembar gembor kebohongan melalui media penipu dan akun sosmed bayaran.
——————————-
Kelompok 1 : Melakukan demo/unjuk rasa untuk menuntut supaya orang jahat DIHUKUM sesuai undang-undang NKRI

Kelompok 2 : Melakukan demo/unjuk rasa untuk menuntut supaya ORANG JAHAT yg sudah terbukti di pengadilan melakukan kejahatan supaya dibebaskan.
————————————–

menurut anda yg mana taat hukum dan pancasilais, no.1 atau 2? dan yg mana tidak sesuai pancasila?

————————————–
kelompok 1 : Untuk menyalurkan pendapat, sekitar 7.000.000 orang berkumpul dan unjuk rasa dengan damai. Jangankan manusia, rumput pun tidak dirusak.

Kelompok 2 : Untuk memaksakan kehendaknya sekitar 500 orang berkumpul dan melakukan keributan di depan penjara, merusak pagar dan mengancam petugas.
—————————————–

menurut anda yg mana yg damai dan pancasilais? no.1 atau 2? dan yg mana yg radikal dan tidak sesuai pancasila?

——————————————
Kelompol 1 : Untuk menunjukkan dukungan pada proses pelaksanaan hukum NKRI jutaan orang berkumpul di tempat ibadah, berdoa lalu longmarch dengan tenang dan damai lalu bubar tanpa menyisakan sampah.

Kelompok 2 :karena tidak terima dengan keputusan pengadilan yg sdh dilakukan melalui prosedur sesuai Hukum di NKRI, sekelompok orang melakukan doa dgn menyalakan lilin yg bekasnya menyusahkan rakyat kecil dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.
————————————–

Menurut anda kelompok mana yg cinta NKRI dan yg mana yg menyusahkan rakyat dan perbuatannya tdk sesuai nilai-nilai pancasila?

—————————————
Kelompok 1 : ketika berdemo yg tempatnya persis di depan tempat agama yg berbeda dan ada yg hendak menikah di tempat tersebut, para pendemo itu serentak membuka jalan dan mengawal rombongan pengantin hingga masuk.

Kelompok 2 : Karena percaya berita bohong dari media pembohong, kelompok no.2 mendatangi bandara dan sebagian menghunus parang panjang melarang wakil rakyat yg beda agama dgn mereka datang berkunjung. Bahkan mengibarkan bendera daerahnya dan mengancam akan minta merdeka jika sang penjahat tidak dibebaskan.
——————————————–

menurut anda yg mana yg pancasilais? nomor 1 atau 2? yg mana radikal dan tidak sesuai pancasila?

Ketika Lain Mulut, Lain Pula Perbuatan

Di sebelah saya duduklah seorang ibu-ibu berusia sekitar 40-50an. Dengan mimik muka serius berkata pada lawan bicaranya “Saya itu selalu ingat dan patuh sama nasehat Kakek saya, jadi wanita yang terbaik dan bisa jadi contoh bagi anak-anak adalah dengan menjadi ibu rumah tangga yang full di rumah, bukan bekerja di luar rumah”.

“Iya bu ya” lawan bicaranya menimpali.

“Iya bu, kita kan wanita harus jadi contoh buat anak-anak” imbuh si Ibu sambil mengisap rokoknya dalam-dalam dan menjatuhkan abunya di asbak di depan mereka.

Saya yg mendengar percakapan itu sempat terpesona dengan isi percakapan itu sebelum akhirnya menjadi muak luar biasa karena melihat bahwa si Ibu berkata tentang kebajikan sambil merokok.

Suatu yang kontradiktif biasanya sangat dibenci oleh orang yg normal ketika menyangkut masalah kebaikan.

Sama halnya ketika seseorang yg tersangkut banyak kasus korupsi mulai dari urusan rumah sakit, bus karatan, beli tanah pemda sendiri, duit csr perusahaan swasta, hingga cipratan ikatepe, dan seabrek lainnya.
Semua orang normal, pasti muak ketika orang seperti itu dipuja sebagai orang bersih dan anti korupsi, karena ucapan mulutnya berbeda dgn perbuatannya.

Sama muaknya ketika sekelompok orang menganggap dirinya sebagai paling bhinneka tapi yg dilakukannya justru memecah belah masyarakat, memprvokasi muslim, mengadu pribumi asli dan non, dll.

Tapi kadang-kadang kita sampai tertawa ngakak ketika para buruh membakar sampah hasil kelakuan mereka menghamburkan duit dan tak satupun dari mereka berani muncul menghalangi, tapi saat hari sudah gelap lantas menyalakan lilin dan berucap “kami tidak takut”,,, hehehe,,, klo emang ngga takut, kok siangnya ngga muncul mempertahankan sampah-sampah itu?

Rakyat sudah muak, jangan sampai rakyat lebih dari muak.