Informasi Praktis Bagi Turis Ke Jepang – Bahasa & Pakaian

Sebenarnya saya ingin menulis ini sejak belasan tahun yang lalu ketika masih tinggal di Jepang, namun terbengkalai hingga kini. Informasi sudah berkali-kali saya berikan ketika ada teman yang akan berkunjung ke Jepang.

Berikut ini adalah informasi praktis yang berguna jika anda datang ke Jepang :

  • BAHASA INGGRIS

Mayoritas orang Jepang tidak bisa berbahasa Inggris, kalaupun bisa maka pronounciation-nya sangat susah dimengerti. Kelemahan mereka bukan pada kemampuan menghapal kosakata atau mengerti tata bahasa, mereka sangat sulit berkomunikasi dalam bahasa Inggris karena sejak di bangku sekolah mereka belajar bahasa Inggris dengan menggunakan huruf katakana, bukan alfabet. Hal ini menimbulkan masalah besar karena pengucapan mereka akan sangat bergantung pada pola suku kata dari katakana. Misalnya untuk mengucapkan vacation yang dalam katakana ditulis バケーション maka mereka akan mengatakan bake-shon. Menuliskan kosa kata dalam versi english lalu diperlihatkan ke mereka juga tidak banyak membantu karena mereka mengingat dalam konteks katakana, bukan alfabet.

Untuk mengatasi ini, pastikan membawa smart phone yang sudah ada aplikasi penejemah ke bahasa Jepang semacam GoogleTranslate, iTranslate, Language Translator, PONS, dll.

  • PAKAIAN

Di Jepang ada 4 musim. Musim semi pada awal April hingga sekitar akhir Juni, musim panas dari Juli hingga september, musim gugur dari oktober hingga desember, dan musim dingin dari pertengahan desember hingga akhir maret. Pada bulan Juni, saat peralihan dari musim semi ke musim panas biasanya ditandai dengan dimulainya 梅雨 (tsuyu) atau musim hujan. Pastikan menggunakan pakaian sesuai musim jika ingin merasa nyaman dan tidak jatuh sakit dengan mudah selama di Jepang.

Musim Semi (Akhir Maret – Akhir Juni)

Jika anda ke Jepang sekitar Maret, maka sediakan pakaian ala Indonesia, tapi siapkan jaket tipis. Pada bulan-bulan ini, perbedaan suhu antara luar ruangan dan di dalam ruangan akan cukup ekstrim karena kebanyakan alat transportasi umum seperti kereta atau bis dan gedung-gedung masih menyalakan heater untuk menghangatkan ruangan sehingga anda akan kepanasan kalau menggunakan pakaian tebal ala musim dingin. Tapi sebaliknya suhu di luar ruangan masih cukup dingin sehingga anda akan mudah jatuh sakit kalau menggunakan pakaian ala negara tropis tanpa menyiapkan jaket. Yang terbaik adalah gunakan kemeja atau baju kaos biasa ala tropis yang tidak terlalu tipis dan tidak setebal pakaian winter lalu tutupi dengan jaket tipis ala Indonesia, ketika masuk ruangan atau kereta lepaskan jaket sehingga anda tidak akan kepanasan, dan jika keluar ruangan kenakan jaket untuk menjaga suhu badan anda tetap hangat.

Musim Panas (Akhir Juni – Akhir September)

Di beberapa daerah terutama Jepang tengah dan selatan, suhu musim panas masih lebih tinggi dibanding di Indonesia, kadang-kadang mencapai 40 derajat dengan tingkat kelembaban yang sangat tinggi sehingga seperti berada di dalam oven kue atau ruang sauna. Gunakan pakaian seperti di Indonesia.

Musim Gugur (Akhir September – Pertengahan Desember)

Suhu di musim ini sangat bersahabat, pakaian bisa menggunakan seperti di Indonesia, tapi kalau anda berkunjung di akhir musim, maka siapkan jaket yang agak tebal karena cuaca seringkali berubah dengan sangat drastis. Mirip seperti musim semi, perbedaan suhu antara dalam dan luar ruangan terkadang cukup ekstrim. Tapi untungnya, biasanya heater akan dinyalakan setelah cuaca benar-benar dingin untuk menghemat energi listrik. Jika anda datang berkunjung pada akhir musim gugur sekitar bulan desember, untuk lebih amannya gunakan 2 lapis baju saat keluar ruangan dan tutupi dengan jaket.

Musim Dingin (Desember – Akhir Maret)

Jangan ceroboh memilih pakaian saat musim dingin. Pastikan anda menyiapkan pakaian tebal, lengan panjang, kaos kaki tebal, sarung tangan, kupluk penutup kepala, penutup telinga, scarf hangat penutup leher, dan tentu saja jaket tebal. Pada saat tidur pastikan anda menggunakan kaos kaki agar badan tetap hangat dan jika keluar ruangan selalu memakai jaket tebal dan sepatu yang tapaknya bergerigi untuk mencegah terpeleset oleh licinnya jalan aspal yang membeku. Jangan pernah menganggap enteng cuaca dingin lalu keluar hotel dengan berpakaian seadanya karena hanya akan berada di luar sebentar. Paparan angin dingin akan menurunkan daya imunitas tubuh sehingga akan mudah sekali terserang penyakit semacam flu, pilek, dan masuk angin.

  • LAUNDRY

Jika ingin menghemat, jangan gunakan laundry hotel karena harganya cukup menguras kantong. Saat memilih hotel, pastikan cek apakah tersedia coin laundry di hotel tersebut, jika tidak ada maka gugling dulu apakah coin laundry ada di dekat hotel. Bawalah pakaian sekitar 2/3 dari waktu kunjungan anda. Artinya jika anda akan berkunjung 3 hari, maka cukup bawa pakaian untuk keperluan 2 hari, jika berkunjung 5 hari maka maksimal jatah 3 hari. Setiap hari sepulang ke hotel, cucilah pakaian di coin laundry dan gunakan dryer sehingga pakaian yang kotor bisa langsung anda pakai untuk hari berikutnya. Dengan modal 300-400 yen anda sudah bisa mencuci dan mengeringkan baju 3 potong, jeans 2, dan dalaman 3-4 pieces. Untuk cuci biasanya 100 yen, dan mengeringkan coba dulu 200 yen atau sekitar 1 jam, jika ternyata belum kering benar, masukkan lagi 100 yen untuk 30 menit berikutnya. Pastikan memisahkan pakaian yang tidak boleh di-dryer seperti sutra dan satin halus.

Sekian dulu untuk bahasa dan pakaian, lihat di artikel lain untuk tema lainnya seperti makanan, kebiasaan, dan tujuan destinasi yang bagus.

2 comments

  1. Ratna says:

    Assalamualaikum, maaf mas bisa berbagi pengalaman ttg suka duka sebagai muslim di Jepang?

%d bloggers like this: