80 Tahun Mandom

Bangun pagi tenggorokan terasa kering dan sakit, tampaknya aleri kafunsho tahun ini lebih banyak menyerang daerah tenggorokan dan pangkal hidung. Bersin-bersin memang tidak sehebat tahun lalu tapi efek samping di tenggorokan dan hidung cukup parah.

Hari ini acara penerimaan pegawai baru yang dirangkaikan dengan peringatan 80 tahun berdirinya Mandom Corporation. Saya bergegas bersiap-siap dan setelah makan pagi langsung menuju kantor pusat yang terletak hanya beberapa ratus meter dari tempat menginap, hotel Apa Villa Tanimachi, Osaka. Setelah semua berkumpul, kami angkatan 92 berangkat secara rombongan dengan menggunakan subway yang disambung dengan shuttle bis Rihga Royal Hotel tempat acara diadakan.
Setelah istirahat sejenak, kami segera menuju aula Osaka International Meeting Hall yang masih lengang. Kami gladi resik beberapa kali lalu kembali ke ruang istirahat dan menikmati makan siang.
Ketika kami kembali lagi ke Hall, ruangan itu sudah hampir penuh oleh pegawai Mandom dan perusahaan rekanannya berjumlah sekitar 750 orang yang berkumpul dari 11 negara. Di antara deretan tamu tampak pak Wilson, perintis dan pemegang saham utama Mandom Indonesia, pak Ali Sanjaya, pemegang saham utama dan pengelola sole agent Mandom Indonesia, presdir perusahaan rekanan Mandom di Dubai, dan presdir2 dari cabang2 Mandom dan perusahaan rekanan di 11 negara.

Acara dimulai pukul 1 siang.

Acara pelantikan angkatan 92 memulai rangkaian acara yang cukup lama dan berakhir sekitar jam 4-an sore. Setelah itu para hadirin diarahkan ke ruang pesta yang terletak di gedung utama Rihga Hotel. Persiapan memakan waktu cukup lama karena harus mengatur ratusan orang. Pesta dimulai pada jam 5-an dengan suguhan video kilas balik sejarah Mandom yang dimulai dari 23 Desember 1927 dengan berdirinya PT. Kintsuru Kousui. Video juga memperlihatkan perjalanan Mandom di 9 negara, termasuk Indonesia. Mandom Indonesia yang berhasil mencatat penjualan yang melampaui 1 trilyun tahun lalu menjadi sorotan utama.

Setelah sambutan singkat yang dibawakan oleh Kitamura-san, calon presdir baru Mandom Indonesia, acara makan2 dimulai dengan standing party. Teman2 yg lain yang masing-masing sudah mempunyai senior pembimbing di tempat kerja sudah berpencar ke meja-meja yang tersebar di ruangan yang sangat luas itu. Saya yang tidak punya senior di tempat kerja awalnya agak bingung dan akhirnya bergabung ke grup pegawai2 Mandom Indonesia. Setelah berputar-putar ke beberapa meja menyapa orang2 yang pernah saya kenal, saya kembali lagi ke meja grup Indonesia dan diperkenalkan ke presdir Mandom Indonesia, Yamashita Mitsuhiro. Di meja itu juga bergabung presdir Mandom Cina, Maeda-san, main shareholder Mandom Indonesia Pak Wilson, dan pak Ali Sanjaya, presdir PT.Asia Paramitha Indah, perusahaan sole agent Mandom Indonesia.

Pak Wilson ternyata orang yang menyenangkan diajak ngobrol, tidak jaim dan sangat akrab. Sementara itu pak Ali yang mungkin terlalu sering menggunakan bahasa Cina sehari-hari, bahasa Indonesianya agak terpatah-patah. Saya akhirnya berlama-lama di meja itu karena kasihan melihat pak Ali yang tidak punya teman ngobrol. Pak Wilson yang tamatan universitas di Jepang sangat fasih bahasa Jepangnya sangat mudah berbaur di meja lain, tapi pak Ali yang hanya bisa bahasa Indonesia dan Cina tampak kesulitan berbaur karena hanya beberapa pegawai lain yang bisa berbahasa Indonesia. Saya bertanya tentang masa-masa kulaih pak Wilson di Jepang.

Acara pesta berakhir sekitar jam 7-an. Kami berkumpul di ruang depan tempat pesta lalu bertolak menuju pusat Osaka Timur. Acara minum kedua diadakan oleh senior kami angkatan 91.

Acara minum kedua dimulai dengan perkenalan masing-masing yunior dan senior lalu dilanjutkan dengan acara bebas berkeliling meja sambil menuangkan minuman ke gelas senior. Beberapa teman2 yg lain tampak sudah memerah mukanya karena sejak pesta utama sudah minum beberapa botol bir. Saya yang memang tidak pernah menyentuh alcohol tentu saja tetap segar bugar, walaupun agak kekenyangan karena menyantap beberapa ekor udang bakar dan sashimi lobster yang tersedia di meja. Dan karena saya sendiri tidak minum bir, maka saya juga tidak menuangkan bir buat senior. Ada beberapa senior yang sempat bertanya kenapa saya tidak minum bir, untung setelah dijelaskan bahwa saya muslim mereka bisa mengerti. Pesta kedua cukup meriah dan ramai. Kami akhirnya bubaran setelah malam cukup larut. Saya bersama teman2 yg menginap di hotel Apa Villa segera bergegas menuju subway, untunglah kami masih sempat naik kereta terakhir Tanimachi Line.

Setiba di hotel, saya menghabiskan waktu setengah jam di sauna dan sento (pemandian air panas buatan) di hotel, sholat magrib+isya dgn jamak qoshar lalu tertidur kecapekan.

One comment

  1. encep ilham says:

    mas arif hebat ya,,,moohon kiat suksesnya dong

%d bloggers like this: