Album Alumni

Musim dingin semakin menggigit, di belahan utara pulau honshu sudah mulai terselimuti salju setinggi setengah meter bahkan lebih. Untungnya di Kobe salju hanya berkunjung di daerah utara sementara Port Island hanya kebagian hembusan angin dinginnya. Pagi ini  menurut informasi cuaca, lebih dingin dari kemarin.

Kemarin sehabis foto2 kenangan dengan anggota kelas seminar yg hanya berlima, kami disodori beberapa isian yang akan dipakai untuk membuat album penamatan. Setelah foto sendiri2, saya, Ichizoe-kun, Kobayashi-kun, Kana-chan, dan Mana-chan asyik menggambar ilustrasi yg akan ditempel di samping foto2 kelas seminar kami di buku alumni. Saya kadang2 tersenyum karena menyadari bahwa di antara deretan2 foto itu nanti, sayalah yang berusia paling tua dan satu2nya yang sudah memiliki 2 anak 🙂

Ketika diminta mengisi pesan dan kesan, saya sempat berpikir sejenak dan akhirnya memilih sebuah kalimat klasik yg saya terjemahkan ke dalam bahasa Jepang.

学べば学ぶほど、知識の浅さを感じた。

“Semakin saya belajar, semakin saya sadar betapa dangkalnya pengetahuan saya”.

Ichizoe-kun di samping saya melihat kalimat itu dan bertanya, 本当に感じたの?(bener kamu ngerasa itu?). Saya menjawab “ya”, dan ia hanya tercenung. Saya melirik kertas di depannya dan sempat melirik ujung kalimat yg ditulisnya, kalau tak salah ingat bertuliskan,

みんなありがとう!

Saya hanya tersenyum.

Di buku alumni tahun2 sebelumnya, ada banyak isi2 tulisan yg membuat perut tergelitik karena lucu. Ada yg menuliskan nomor HP-nya, ada yg menulis bahwa ia sudah jadi papa, ada yg cerita betapa senangnya kehidupan kampus, dll yg menggambarkan gejolak2 anak2 muda. Tulisan2 itu mungkin bahan lelucon di kala itu, tapi 10 tahun yg akan datang, tulisan2 itu akan menjadi cermin dari kisah hidup masing2 penulisnya.

Ingatkah apa yg anda tulis di album alumni sekolah terakhir?