Archive for August 2007

Sang Yokozuna

Agustus menjelang berakhir. Petang tadi akhirnya Yokozuna ke-68 ASA SHOURYU meninggalkan Jepang dan tiba di Ulaan Baatar sekitar jam 5 sore waktu setempat. Kepulangannya mengakhiri polemik yang menghiasi media massa Jepang selama beberapa minggu terakhir.

Komentator di TV2 tidak sedikit yang mengkritik tingkah pola Yokozuna yang bernama asli Dolgorsuren Dagvadorj itu, dia dinilai terlalu angkuh untuk mengaku bersalah dan sama sekali tidak mau meminta maaf kepada publik Jepang. Tapi di antara komentator itu ada pula yang menimpakan kesalahan kepada Oyakata Takasu yang dinilai tidak becus mendidik mental sang juara itu. Banyak pendapat yang menyayangkan ketidaksiapan mental sang juara ini, walaupun secara teknis sumo, ybs sangat dikagumi karena kelincahan dan kekuatannya yang luar biasa.

Sebelum kejadian itu, Asa Shouryu sangat dikagumi oleh publik Jepang karena merupakan Yokozuna orang asing satu2nya yang bertahan selama 3 tahun dan mencatat kemenangan di 21 tempat pertandingan di seluruh Jepang.  Dengan rekor yang dibuatnya, prestasi Asa Shouryu menempati peringkat 5 dalam sejarah sumo Jepang setelah Taiho, Chiyonofuji, Kitanoumi, dan Takanohana. 

Pada acara2 TV juga banyak dibahas tentang beberapa Yokozuna2 yg mengakhiri masa dinasnya dengan tidak terhormat. Mereka yang harus melepas gelar Yokozuna karena perkara2 yang kelihatannya sepele sebenarnya amat disayangkan. Betapa tidak, untuk menjadi seorang Yokozuna seorang pesumo bukan hanya diharuskan memiliki rekor pertandingan menang dua kali berturut-turut setelah mencapai status Ozeki, seorang pesumo juga harus melalui screening yang ketat dan penilaian yang sangat bergantung pada banyak hal dari Dewan Penilai Yokozuna yang ditunjuk oleh asosiasi Sumo Japan. Padahal untuk mencapai status Ozeki saja, tidak semua pesumo bisa. Ada banyak pemain sumo yang pensiun tanpa sempat meniti karir dan bergelar Ozeki.

Jika Asa Shouryu akhirnya melepaskan gelar Yokozunanya, memilih menetap di Mongol, dan membesarkan bisnis grupnya A.S.A Group, maka dunia persumoan Jepang akan sangat kehilangan seorang juara yang cemerlang. Permainan Asa Shouryu yang bergerak sangat cepat dan ditopang oleh kekuatannya yang menakjubkan akan dirindukan oleh penggemar Sumo seperti saya :mrgreen:

Anda suka sumo?

Obon Ake (Sehabis Obon)

Kemarin libur Obon habis. Arus U-turn mulai membludak, di mana2 jalan penuh dan kereta sesak. Kami sekeluarga lebih memilih mendekam di rumah daripada keluar berdesak-desakan di stasiun2 kereta.

Obon adalah hari2 yang dianggap suci oleh orang Jepang karena mereka percaya bahwa arwah pendahulu mereka akan kembali ke rumah selama 3 hari. Itulah sebabnya mereka menyediakan berbagai macam sesajen di rumah2 mereka untuk menyambut “tamu” mereka. Inilah yang menyulitkan bagi kami2 yg tinggal di apartemen2 berlantai banyak karena tentu di sekeliling kami ada banyak orang Jepang yang menyediakan sesajen di rumah mereka. Dan ini tampaknya mengundang makhluk2 halus untuk datang berkunjung ke rumah2 mereka. Wallahu a’lam bis showab, tapi tampaknya sesajen itu bagi makhluk2 halus seperti lampu bagi serangga2 di hutan.

Selama beberapa hari ini, Aisha yang tampaknya dianugerahi kemampuan untuk melihat makhluk2 yg tak terlihat oleh kami, sangat rewel. Kadang2 kalau keluar kamar tiba2 dia menangis ketika melihat ke arah atas TV, tiba2 saja ia berteriak “kage’…kage’ “(kaget, maksudnya) seakan-akan melihat orang yg mengagetkannya.

Awalnya saya tidak begitu mengerti, tapi setelah ingat pengalaman sewaktu ke Fukui ketika Aisha menangis dan menolak naik ke mobil Suzuki Sensei dan menunjuk-nunjuk ke arah kaca depan seakan-akan ingin menunjukkan sesuatu. Akhirnya kami mengerti bahwa Aisha dianugerahi indera yg bisa melihat makhluk2 tak terlihat oleh mata kami.

Kali ini pun sama, pernah kemarin ia malah menunjuk ke arah pintu dan berkata “kakek, kakek”. Saya dan Dewi hanya tersenyum saling memandang. Rupanya banyak “tamu2” yang berkeliaran di gedung apartemen kami yang bertingkat 14 ini, dan tampaknya mereka kadang2 singgah.

Akhirnya setelah saya membaca surah Yasin hingga tamat, tampaknya rumah mulai “bersih” karena Aisha pun sudah berkurang rewelnya. Inilah resiko kalau tinggal di masyarakat musyrik 🙂

Panas dan Yokozuna

猛暑! (Panas yang kelewatan!)

Demikian judul bahasan berita2 tentang cuaca di Jepang akhir2 ini. Kemarin tercatat suhu sekitar Osaka dan Hyogo mencapai 38.6 derajat. Bahkan di Tokyo dan sekitarnya menembus angka 40. Selama 7 tahun di Jepang, sepertinya tahun ini adalah yang terpanas.

Bagi orang2 Indonesia yg belum pernah merasakan panasnya musim panas di Jepang mungkin akan berkata bahwa di Indonesia pun seringkali suhu mencapai angka 40. Apalagi di daerah2 sekitar garis katulistiwa seperti Sulawesi dan Kalimantan, sehingga seharusnya orang Indonesia yang hidup di Jepang tidak akan kesulitan beradaptasi dgn musim panas. Tapi sebenarnya panasnya musim panas di Jepang lebih buruk dibandingkan panasnya Indonesia. Kalau di Indonesia, walaupun suhu panas tapi masih ada angin semilir yg bertiup. Sehingga kalau kita berteduh dan menghindar dari sinar matahari maka akan berkurang rasa panas itu. Tapi kalau di Jepang, panasnya serasa sangat kering karena semilir pun angin tak berhembus. Sehingga rasanya seperti dipanggang di dalam oven. Ini yg disebut orang Jepang 蒸し暑い (panas seperti dikukus). Saking panasnya musim panas di negeri ini, sampai2 saban tahun selalu saja ada orang yang meninggal karena dehidrasi.

Selain berita tentang panasnya suhu udara. Minggu ini TV2 di Jepang juga dipanaskan oleh berita yang berpusat pada 横綱 (yokozuna=gelar juara tertinggi dalam olahraga Sumo)  朝青龍 (Asa Shouryuu).

Asa Shouryuu menjadi headline berita setelah dituding melakukan pembohongan publik. Sang Yokozuna asal Mongol ini beberapa waktu lalu pulang ke negaranya setelah cedera patah tulang sehabis pertandingan. Dengan alasan berobat inilah ia diperbolehkan pulang untuk istirahat. Yang menjadi masalah adalah ternyata sang Yokozuna ini sempat bermain bola bersama anak2 muda di sana. Kalau saja aktifitasnya itu tidak diliput media, maka tentu tidak akan ada masalah. Tapi karena kegiatannya itu diliput TV maka tentu saja dengan mudah tersiar di Jepang. Kontan saja komite Sumo Jepang langsung mencak2 dan tanpa tedeng aling2 langsung menjatuhkan sangsi larang tanding 2 musim pada jagoan ini.

Ketika kedapatan seperti ini, seharusnya sang Yokozuna melakukan konferensi pers dan meminta maaf kepada publik. Tapi mungkin kadung shock, ia malah mendekam di rumah dan menolak tampil di publik. Akhirnya setelah setengah dipaksa, Yokozuna diperiksa oleh dokter dan didiagnosa stres ringan. Karena tidak puas dengan hasil itu maka didatangkan dokter yg dipercaya oleh komite Sumo Jepang. Hasilnya, bukan stres ringan lagi tapi sudah berubah menjadi stres berat. Hingga hari ini Yokozuna sudah diperiksa oleh 4 empat dokter dan semuanya menyarankan agar supaya Yokozuna pulang dan menenangkan diri di negaranya, Mongol. Akan tetapi manajernya Takasu menolak opsi pulang kampung dan keukeuh supaya Asa Shouryuu berobat di Jepang saja. Mungkin Takasu Oyakata (sebutan untuk manajer Sumo) takut kalau Asa Shouryuu dipulangkan maka tidak akan mau lagi kembali ke Jepang karena malu kepada publik. Kejadian ini soalnya pernah terjadi pada seorang Yokozuna yang akhirnya mengundurkan diri dari dunia per-sumo-an karena kedapatan bolos tanding dan bermain surfing di Hawai.

Jangan2, Asa Shouryuu nekat bolos dan pulang ke Mongol karena tidak kuat dengan panasnya musim panas si Jepang :mrgreen: