Archive for July 2007

Kekalahan Telak LDP Jepang

Setelah berturut-turut digoyang masalah nasional berupa kekisruhan asuransi nenkin, bunuh diri menteri, korupsi biaya administrasi kantor 2 menteri, dll akhirnya LDP (Liberal Democrat Party/Partai Liberal Demokrat) harus menelan pil pahit, kalah telak pada pemilu 29 Juli kemarin. Kekalahan ini sangat telak karena Partai Demokrat 小沢一郎 (Ozawa Ichirou) memimpin dengan angka 60 kursi sementara LDP hanya kebagian 37 dari total 121 kursi di 参議院 = HOUSE OF COUNSILORS (kedudukannya semacam DPR di Indonesia).
Reaksi pasar saham dan valas di dalam negeri Jepang dan luar cukup besar dengan prediksi akan terjadinya aksi ‘jual Jepang’. Yen sudah mulai membumbung dan menyentuh titik 118-an per dolar hari ini. Kebanyakan pengamat ekonomi luar negeri yang diwawancarai memperkirakan pasar akan goncang dengan asumsi bahwa akan terjadi kemandekan politik di dalam tubuh pemerintahan setelah 参議院 didominasi oleh partai Demokrat dan partai kecil lainnya sementara 衆議院 = HOUSE OF REPRESENTATIVES (semacam MPR di Indonesia) masih tetap didominasi oleh LDP. Kemandekan ini diprediksi akan terjadi sebagai akibat akan adanya tarik-menarik kepentingan antara partai2 yang berkuasa di san-gi-in dan shuu-gi-in ketika akan menelurkan produk2 hukum di Jepang. Dengan berimbangnya kekuatan maka akan terjadi nego2 berkepanjangan ketika memutuskan sesuatu.
Yang menjadi sorotan paling tajam pada kekalahan LDP ini adalah nekatnya PM Abe Shinzo untuk tetap bertahan pada kursi kepemimpinan, padahal di masa lalu seorang PM Jepang pernah mengundurkan diri karena kekalahan LDP dengan hanya mengantongi 44 kursi. Abe tampaknya anteng2 saja walaupun LDP cuma mengantongi 37 suara. Ketika ditanya oleh wartawan apakah tidak ada niat untuk mengundurkan diri setelah kegagalan partai yang dipimpinnya, Abe hanya menjawab datar bahwa ia telah berjanji untuk menuntaskan program reformasi yang telah dicanangkan oleh pendahulunya Koizumi Jun-ichirou, oleh karena itu ia akan mentaati janjinya dengan meneruskan jabatan PM.
Sebagai kambing hitam, tokoh senior LDP mantan PM Mori Yoshiro dengan cerdik telah meminta Sekjen LDP Nakagawa Hidenao untuk mundur dari jabatan. Dan sebagai sedikit penyejuk bagi pendukungnya, PM Abe memberikan isyarat akan adanya reshuffle kabinet dalam waktu dekat ini.

Bagi orang Indonesia, kekalahan LDP ini sebenarnya mengandung sebuah kekhawatiran karena sebelum pemilu ini dilangsungkan ada sebuah produk hukum yang sedang digodok di Kokkai (HOUSE). Produk hukum ini berisi aturan baru tentang ketenagakerjaan yang sedianya akan menertibkan sistem outsourcing pada dunia perburuhan di Jepang. Dalam draft hukum itu juga dibahas tentang sistem outsourcing orang asing berupa sistem kenshusei. Sebelum draft ini masuk godokan, LDP sudah memberikan isyarat setuju tentang penghapusan sistem kenshusei orang asing, yang berarti sistem kenshu akan hilang dan diganti dengan sistem perburuhan yang mungkin lebih manusiawi dengan kesejahteraan yang diharapkan akan lebih baik dari kenshusei, sebab alasan utama pendukung rancangan undang2 ini adalah rendahnya gaji kenshusei dibandingkan gaji biasa.
Walaupun ada kekhawatiran bahwa sistem kenshusei akan dihilangkan total dan tenaga kerja orang asing akan dihentikan secara total juga. Tapi jika melihat statistik penduduk Jepang yang menghadapi 少子化問題 (shoushika mondai=masalah kekurangan anak), maka kecil kemungkinan outsourcing tenaga kerja asing akan dihentikan. Yang berarti harapan terbesar pada rancangan undang2 ini adalah membaiknya sistem outsourcing dan ditingkatkannya kesejahteraan tenaga kerja asing yang dalam hal ini kenshusei, dan tentu juga termasuk kenshusei asal Indonesia.

Akan tetapi, dengan kalahnya LDP dalam pemilu ini, nasib draft UU ini menjadi tidak jelas. Apakah anggota dewan yang baru terpilih ini punya concern terhadap nasib kenshusei2 asing? Kita hanya bisa menunggu. Tapi yang jelas, bagi anda yang kerja di Jepang, banyak2lah menabung dalam bulan2 mendatang dan cermatilah nilai dolar terhadap yen. Ketika mencapai angka di bawah 115 maka tukarlah ke dolar US dan bawalah pulang dolar kalau anda pulang sekitar tahun 2009-2010 mendatang.

Peringatan : anjuran membeli dolar di atas hanya berdasarkan perhitungan ekonom amatiran. Untung tidaknya anda dengan menukar yen ke dolar adalah tanggung jawab anda sendiri. Kalau anda rugi, jangan minta ganti rugi kepada saya, tapi kalau anda untung maka berbagilah dengan orang2 yang tak mampu di sekitar anda. OK? 🙂

Aisha & Adnan

Aisha terlelap dalam keadaan tertelungkup, di kasur sebelahnya Adnan tidur menengadah di samping bundanya yang terbuai dalam mimpi setelah kelelahan seharian.
Hari ini Aisha rewel sekali. Sejak kakek dan neneknya pulang ke Indonesia tanggal 8 lalu setelah menemani kami selama 3 bulan di Kobe, Aisha sering sekali rewel dan mencari perhatian. Mungkin ini pelampiasan dari kebiasaannya selama 3 bulan yang selalu menemukan elusan lembut di kepalanya setiap saat. Sejak 3bulan yg lalu, kalau saya sibuk dengan pekerjaan dan Dewi lagi nimang Adnan, maka selalu ada kakek dan nenek yang menemaninya bermain. Sekarang ini hanya ada bunda dan ayahnya.
Kadang2 karena inginnya perhatian, ia akan menggedor-gedor kamar kerja saya sampai dibukakan pintu, setelah itu tangan saya akan ditarik dan didudukkan di depan TV yg memutar VCD kesukaannya Teletubbies atau Darsun Lughah Arabiyah.

“koko, koko” (di sini, di sini) katanya sambil menepuk lantai menyuruh saya duduk.

Setelah saya duduk maka ia akan duduk manis di pangkuan dan menunjuk-nunjuk layar TV kegirangan atau malah ikut bernyanyi.

Sekarang ia sudah terlelap setelah capek menggoda adiknya yg baru berumur 3 bulan. Kadang2 adiknya yg sudah mulai tertidur ia elus kepalanya dan menciumi jidat adiknya hingga terbangun. Kadang2 kami ingin marah tapi jarang jadi betul2 marah karena gemas melihat kelakuannya. Kami tahu bahwa sebenarnya ia tak bermaksud mengganggu adiknya, Aisha hanya ingin menunjukkan rasa sayang kepada adiknya, walaupun caranya belum ia mengerti betul.

Fajar sudah mulai menguak di langit, subuh musim panas yg datang jam 03:17 sebentar lagi tiba.

Aisha lagi pose

Aisha dan Adnan yg sudah hampir sama besar 🙂

Nilai 1

Saat memasuki kantor IMM hari ini saya sempat kaget karena ruangan tengah yg biasanya dipakai untuk makan siang tampak tertata rapi dengan kursi dan meja berderet. Saya akhirnya tahu setelah di dekat pintu terbaca tulisan “19-0x 研修生引継ぎ” (serah terima kenshusei angkatan 19-0x). Ada 19 orang Indonesia dan 9 orang Thailand yg akan memulai tugas di daerah Kansai ini.

Awalnya ketika saya tanya kepada Bucho apakah perlu bantuan, Bucho menjawab tidak perlu karena dia yg akan tangani. Saya dengan senang hati kembali ke kursi menghadapi textbook yg sedang saya terjemahkan. Tapi ketika diberitahu bahwa pak Adi dari Konsulat Jenderal Indonesia Osaka juga akan memberikan sambutan dan minta diterjemahkan secara sinkron, Bucho langsung kecut dan akhirnya mendorong saya ke kursi depan di samping pak Adi. Saya hanya senyum2 dan akhirnya mengambil posisi persis di samping pak Konsul.

Acara berlangsung singkat dan padat. Sambutan yg diberikan pak Adi isinya bagus sekali karena tepat mengenai sasaran dan gampang diingat. Para kenshusei Indonesia tampak khusyuk mendengarkan sembari mencatat di buku catatan kecil mereka, sebuah kebiasaan bagus yg mudah2an tidak hilang seumur hidup dari diri mereka lagi. Kenshusei Thailand tampak agak bingung hingga akhirnya Kimura Bucho menterjemahkan isi terjemahan saya ke dalam bahasa Thailand. Kimura Bucho pernah tinggal selama lebih dari 10 tahun di Bangkok karena bekerja di Daimaru Bangkok dan kalau mendengar cara beliau berujar, walaupun saya tidak mengerti bahasa Thailand, tampaknya cukup lumayan meyakinkan dan bisa dimengerti oleh orang Thailand. Kenshusei Thailand sesekali menyahut ketika isi kalimat adalah untuk memberi semangat kepada mereka.

Setelah acara selesai akhirnya saya kembali ke meja kerja, tapi alih2 bisa kerja Goto Bucho dan Kawabata Bucho malah ngajak ngobrol. Akhirnya saya menerjemahkan isi buku, jari mengetik, sembari mata saya menatap ke arah Bucho dan melayani obrolan mereka. Sesekali mata saya melirik monitor laptop karena salah nekan tuts keyboard.

Jam 15:20 saya mulai berkemas-kemas. Hari ini saya harus datang ke kantor pusat Mandom untuk menerima SK diterima sebagai pegawai di tahun 2008 mendatang.
Setelah pusing2 sejenak di daerah Tanimachi 4 choume, akhirnya saya tiba juga di gerbang Mandom.

Resepsionis di depan pintu masuk tersenyum dan langsung memberi salam konnichiwa. Sebelum saya sempat berucap apa-apa, gadis itu malah duluan bertanya.

“Mensetsu desu ne” (wawancara ya).

“Muhamnmado Arifu Kuruwan-san desu ne”.

Saya tersenyum mendengar nama saya dieja salah, maklumlah nama saya memang kepanjangan buat orang Jepang. Tapi yg membuat saya bingung adalah kok bisa tahu ttg saya padahal di perusahaan ini ada ratusan orang yg hilir mudik di pintu masuk.
Mungkin saking kurangnya orang asing yg masuk gedung berlantai 11 ini sampai2 si mbak itu begitu yakin kalau ada orang asing, maka sayalah orangnya.

“Sou desu. Yoroshiku onegaishimasu”. Jawab saya sembari senyum.

Sebelum masuk ruangan tunggu saya menyempatkan diri ke WC membereskan ulang pakaian karena keringat yg mengucur setelah berjalan agak jauh di tengah2 udara panas summer ini. Sekeluar dari WC, Sato-san dari bagian HR sudah menunggu dan langsung menggiring saya menuju ruangan kecil di lantai 1. Sebelum masuk ke ruangan yg ditempati staf HR kami sempat ngobrol beberapa menit.
Dari mbak Sato akhirnya saya tahu bahwa ternyata perusahaan yg terkenal dengan Gatsby-nya ini hanya memiliki 3 pegawai orang asing (1 Indonesia, 1 Cina, 1 Filipina), ditambah 1 calon pegawai dari Cina dan 1 calon pegawai orang Indonesia tahun depan, yaitu saya. Tahun ini Mandom hanya menerima calon pegawai orang asing 2 orang.

Saya akhirnya dipersilakan masuk ke ruangan kecil di sebelah untuk acara mendan(ngobrol)

Ada dua orang staf HR yg menghadapi saya. Yang satunya Ouhashi-san yg sudah saya temui pada wawancara2 sebelumnya, yg satunya lagi tidak sempat saya tengok papan namanya.

Pada acara mendan inilah saya menemukan satu lagi kehebatan perusahaan Jepang.

Saya, calon pegawai yang belum terbukti bisa apa2, hanya calon lulusan sarjana ekonomi tahun depan, dengan kemampuan bahasa Jepang yg pas-pasan untuk ukuran orang Jepang, diperlakukan dengan sangat baik. Sebagai perusahaan yg akan mempekerjakan, Mandom sebenarnya punya hak dan wewenang untuk menyuruh saya masuk di bagian mana saja yg mereka kehendaki, tanpa perlu basa-basi. Tapi staf HR dengan sangat hati2 memberi penjelasan bahwa mereka berencana menempatkan saya kelak di Indonesia untuk mengurusi pabrik di Cibitung atau Sunter di Indonesia, jadi mereka meminta saya untuk bersedia belajar tentang sistem produksi, distribusi, dan pengembangan produk. Saya tentu saja tidak keberatan.

Dengan seksama mereka juga menanyakan tentang rencana hidup, kelanjutan karir, dan hal2 yg ingin saya capai. Sekali lagi mereka juga mengkonfirmasi rencana saya mengambil S2 di tahun kedua, dan bahkan merancang penempatan kerja dan posisi berdasarkan rencana2 yg saya kemukakan. Saya sangat terkesan betapa mereka betul2 menghargai orang perorang, bahkan seorang calon pegawai orang asing seperti saya sekalipun. Nilai 1 orang tidak mereka anggap enteng.
Dengan perlakuan yang baik ini, tidaklah mengherankan kalau pegawai2 pun akan mati2an bekerja untuk perusahaan, karena timbal balik yang akan mereka terima pun sepadan.

Ketika mereka bertanya apa yang ingin saya capai dalam karir saya, saya menatap mata mereka bergantian dan menjawab,

“正直に言いますと、私はマンダムの役員になりたいです” (jujur saja, saya ingin menjadi eksekutif di dalam perusahaan Mandom).

Tanpa melecehkan mereka menjawab,

“日本で一生懸命勉強して、インドネシアに帰って役員になるために頑張って下さい” (belajar yg giat di Jepang, pulang ke Indonesia dan berusahalah yang keras supaya bisa jadi eksekutif).

Saya mengucapkan terima kasih dan berlalu dari ruangan itu. The sun shined brightly today.