Dedikasi

Pagi menjelang, hujan rintik-rintik membasahi bumi sekeliling. Aku masih terpaku di depan komputer, satu malam lagi yang aku lewatkan tanpa sempat memicingkan mata hingga lepas fardhu subuh.

Inikah yang namanya dedikasi? Entahlah, tapi seluruh syaraf-syaraf tubuhku memintaku untuk terus berjaga dan konsentrasi dengan tumpukan tugas dan kerja yang ada. Padahal setengah dari tugas ini tidak menghasilkan keuntungan materi apa pun, bahkan sebaliknya justru aku yang harus merogoh kantong membayar listrik komputer. Mungkin inilah yang disebut dedikasi, semoga bisa dihitung sebagai amal ibadah.

Sepuluh tahun yang lalu, aku banyak membaca tentang kerja keras dan dedikasi. Bertumpuk buku-buku kisah sukses manusia-manusia sepanjang zaman. Mulai dari Rasulullah SAW, Ray Croc pendiri Mc Donald, Rockefeller si raja minyak Amerika, Hilton raja hotel, hingga KH.Syaifuddin Zuhri seorang pejuang dan mantan menteri agama RI. Aku banyak tahu teori tentang dedikasi, walaupun waktu itu tidak begitu tahu bagaimana sebenarnya yang namanya kerja keras.

Belasan tahun kemudian, kini, aku tahu seperti apa kerja keras itu, tapi masih terus berusaha lebih tahu tentang apa itu dedikasi.

Kini, yang aku mengerti adalah bahwa dedikasi terbaik adalah dedikasi yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu dedikasi lillahi ta′ala.

Jika kita berdedikasi untuk materi, maka ketika pekerjaan kita tidak menghasilkan materi sesuai harapan, maka akan ada kekecewaan.
Jika kita berdedikasi untuk pangkat dan jabatan, maka manakala kerja tidak menghasilkan respek, akan timbul penyesalan.
Tapi jika dedikasi itu ditujukan pada Allah sebagai final destination, maka akan ada ketentraman yang hakiki. Karena ketika kita sukses, akan ada kesadaran bahwa semua itu terjadi karena seizin Allah, alhamdulillah. Dan ketika kegagalan yang terjadi, maka kita akan ingat bahwa itu pun pastilah kehendak Allah, astagfirullah.
Alangkah indah hidup seorang mu′min, ketika ia diberi rejeki maka ia bersyukur, tapi ketika ditimpa kegagalan maka ia memuji Tuhannya dan bersabar.

Tingkatkan dedikasi dalam diri kita, tapi ingatlah untuk menyandarkan semua tujuan kepada upaya pencapaian rahmat dan rahim dari Allah SWT. Karena toh, semua dari kita akan kembali kepada-Nya, rela ataupun tidak rela, siap ataupun tidak siap.

7 comments

  1. Joko triswanto(tamu) says:

    Saya sebagai pendatang baru di negri matahari terbit ini saya merasa brsyukur krna bisa membaca / menamba wawasan bagi pribadi saya, maju terus anak negri bersatulah demi indonesia.

  2. Dila andiani(tamu) says:

    Saya bersyukur karena bisa menambah wawasan bersama semua sobat yang tergabung dalam anak negri ini mju terusssssssssssss anak negri,salam kenal dari dila

  3. Webmaster says:

    Salam kenal juga buat Dila, buat mas Joko selamat datang di negeri sakura. Ganbattelah di tempat kerja, kumpulkan modal dan beraktifitaslah selain di tempat kerja untuk menambah wawasan dan menambah bekal buat masa depan. Ganbarou ne…

  4. maryono says:

    alo om wah tambah mentereng aja ni………… gimana masih ingat fukui ndak ya. maaf aku minta no nya yg baru

  5. arif says:

    Apa kabar om Maryono. Masak iya sih bisa lupa 🙂 Gimana kabar si kembar?

  6. arianto says:

    mas arif. plis bantu saya jual samurai di Jepang. nanti mas arif saya kkasih bonus kalo tembus. 1m buat mas arif. cepat hubungi saya di 081341054275 atau 085256048903
    kirim juga alamat emailnya mas arif biar saya kirim foto-foto samuarai. atau kirim ke email saya shinjiario@yahoo.co.id

  7. maru says:

    kembar sehat and sekarang dah kelas 4,kbri saya di taikyuu_01@yahoo.co.id

%d bloggers like this: