Archive for Tentang Jepang

Informasi Praktis Bagi Turis Ke Jepang – Makanan & Minuman (Bahan Makanan)

Mencari makanan halal di Jepang tidak semudah di negeri sendiri karena memang penduduk Jepang bukan muslim sehingga tentu saja kesadaran tentang halal bukan prioritas tinggi.

Jika ingin makan atau membeli makanan, carilah restoran yang bertanda halal. Jika tidak ketemu dan terpaksa membeli makanan atau bahan makanan, maka perhatikanlah bahan baku makanan tersebut.

Berikut ini adalah daftar bahan makanan yang harus anda cek ketika membeli bahan ataupun makanan jadi di Jepang.

No. Tulisan Jepang Nama Bahan & Status Penjelasan Biasanya Terkandung Dalam
1 ショートニング Shortening (CEK) Semacam lemak yang tetap padat dalam suhu ruangan, bisa berupa mentega maupun margarin. Jika tidak disebutkan 植物 (nabati), maka lebih baik cek ke produsennya karena biasanya menggunakan zat hewani, dan jika hewani, maka kebanyakan dari babi. Roti, coklat, tepung roti, cake, dll
2 動物ショートニング Shortening Hewani (HARAM) Shortening Sama dengan no.1
3 ビーフエキス Ekstrak daging sapi (HARAM) Haram karena disembelih non-islami Snack, biskuit, potato chips, dll
4 鶏エキス Ekstrak daging ayam (HARAM) Haram karena disembelih non-islami Snack, biskuit, potato chips, dll
5 肉エキス Ekstrak daging (HARAM) Biasanya menggunakan daging babi, dan kalaupun bukan dari babi maka tetap haram karena disembelih non-islami Mie instant, snack anak-anak, dll
6 ラード (豚の脂肪から精製) Lard/minyak babi (HARAM) Lemak babi Roti, bumbu soba, dll
7 ビーフコンソメ Beef Consomme (HARAM) Kaldu sapi, Haram karena disembelih non-islami Potato chips, bumbu masak instant, dll
8 コンソメパウダー Consomme powder (CEK) Serbuk kaldu, kalau tidak tercantum 植物 (nabati) maka biasanya menggunakan daging ayam, sapi, atau babi snack, bumbu instant, dll
9 コンソメ Consomme (CEK) Kaldu, kalau tidak tercantum 植物 (nabati) maka biasanya menggunakan daging ayam, sapi, atau babi
10 洋酒 Western Liquor (HARAM) Wisky Coklat, kue basah, dll
11 Sake (HARAM) Sake cake, kuah somen, dll
12 リクオール Liquor (HARAM) Alkohol es krim, dll
13 洋酒漬レーズン Raisin moistened with Western wine (HARAM) Kismis dibasahi anggur coklat, dll
14 アルコール Alcohol (HARAM) Alkohol Shoyu, kuah somen, saos takoyaki, dll
15 ブランデー Brandy (HARAM) Brandy biskuit, ice cream, dll
16 ラム酒 Western wine (HARAM) Arak barat (rum) coklat, kue basah, dll
17 ビーフカレ Beef Curry (HARAM) Kari sapi potato chips, snack, dll
18 レシチン Lechitin (CEK) Lesitin ramen, coklat, kue, dll
19 乳化剤 Emulsifier(CEK) Bahan untuk mencampur minyak dan air dalam proses pembuatan makanan. Jika tidak disebutkan 植物 (nabati) atau 大豆 (kedelai), maka lebih baik cek dulu ke produsennya. Roti, onigiri, kue, ice cream, coffe latte, caffe au lait, keju, dll.
20 みりん Red Sake (HARAM) Sake merah Nabe, chahan, masakan china, dll
21 ワイン Wine (HARAM) Arak anggur Chocolate,hot cake, ice cream, dll
22 ゼラチン Gelatin (CEK) Jika tidak mencantumkan 植物 (nabati) atau bahan lain dari tumbuhan, maka lebih baik hindari karena biasanya menggunakan bahan dasar babi. Bento, ice cream, kue basah, dll
23 油脂 Oil (CEK) Jika bahan bukan dari 植物 (nabati) atau 椰子 (sawit) atau carnation, maka lebih baik hindari Kue, bumbu masakan, dll
24 加工でん粉 Processed powder (CEK) Tepung olahan, berpotensi haram karena ada juga produsen yang memasukkan bahan hewani seperti kaldu atau perasa. Lebih baik cek ke produsen untuk memastikan. Tepung roti (panko), biskuit, kue, dll
25 たん白加水分解物 Hydrolyzed protein (CEK) Jika tidak mencantumkan bahan dasarnya 植物 (nabati) atau 大豆(kedelai) maka tanya dulu ke produsennya Snack, dll

Untuk produk mie instant buatan Jepang, memang menggiurkan dan terlihat enak dan sangat banyak variannya hingga sekitar 200 jenis tapi sayang sekali hampir 100% HARAM kecuali yang menggunakan bahan dasar shio (garam).

Daftar ini akan saya perbarui secara berkala.

Informasi Praktis Bagi Turis Ke Jepang – Bahasa & Pakaian

Sebenarnya saya ingin menulis ini sejak belasan tahun yang lalu ketika masih tinggal di Jepang, namun terbengkalai hingga kini. Informasi sudah berkali-kali saya berikan ketika ada teman yang akan berkunjung ke Jepang.

Berikut ini adalah informasi praktis yang berguna jika anda datang ke Jepang :

  • BAHASA INGGRIS

Mayoritas orang Jepang tidak bisa berbahasa Inggris, kalaupun bisa maka pronounciation-nya sangat susah dimengerti. Kelemahan mereka bukan pada kemampuan menghapal kosakata atau mengerti tata bahasa, mereka sangat sulit berkomunikasi dalam bahasa Inggris karena sejak di bangku sekolah mereka belajar bahasa Inggris dengan menggunakan huruf katakana, bukan alfabet. Hal ini menimbulkan masalah besar karena pengucapan mereka akan sangat bergantung pada pola suku kata dari katakana. Misalnya untuk mengucapkan vacation yang dalam katakana ditulis バケーション maka mereka akan mengatakan bake-shon. Menuliskan kosa kata dalam versi english lalu diperlihatkan ke mereka juga tidak banyak membantu karena mereka mengingat dalam konteks katakana, bukan alfabet.

Untuk mengatasi ini, pastikan membawa smart phone yang sudah ada aplikasi penejemah ke bahasa Jepang semacam GoogleTranslate, iTranslate, Language Translator, PONS, dll.

  • PAKAIAN

Di Jepang ada 4 musim. Musim semi pada awal April hingga sekitar akhir Juni, musim panas dari Juli hingga september, musim gugur dari oktober hingga desember, dan musim dingin dari pertengahan desember hingga akhir maret. Pada bulan Juni, saat peralihan dari musim semi ke musim panas biasanya ditandai dengan dimulainya 梅雨 (tsuyu) atau musim hujan. Pastikan menggunakan pakaian sesuai musim jika ingin merasa nyaman dan tidak jatuh sakit dengan mudah selama di Jepang.

Musim Semi (Akhir Maret – Akhir Juni)

Jika anda ke Jepang sekitar Maret, maka sediakan pakaian ala Indonesia, tapi siapkan jaket tipis. Pada bulan-bulan ini, perbedaan suhu antara luar ruangan dan di dalam ruangan akan cukup ekstrim karena kebanyakan alat transportasi umum seperti kereta atau bis dan gedung-gedung masih menyalakan heater untuk menghangatkan ruangan sehingga anda akan kepanasan kalau menggunakan pakaian tebal ala musim dingin. Tapi sebaliknya suhu di luar ruangan masih cukup dingin sehingga anda akan mudah jatuh sakit kalau menggunakan pakaian ala negara tropis tanpa menyiapkan jaket. Yang terbaik adalah gunakan kemeja atau baju kaos biasa ala tropis yang tidak terlalu tipis dan tidak setebal pakaian winter lalu tutupi dengan jaket tipis ala Indonesia, ketika masuk ruangan atau kereta lepaskan jaket sehingga anda tidak akan kepanasan, dan jika keluar ruangan kenakan jaket untuk menjaga suhu badan anda tetap hangat.

Musim Panas (Akhir Juni – Akhir September)

Di beberapa daerah terutama Jepang tengah dan selatan, suhu musim panas masih lebih tinggi dibanding di Indonesia, kadang-kadang mencapai 40 derajat dengan tingkat kelembaban yang sangat tinggi sehingga seperti berada di dalam oven kue atau ruang sauna. Gunakan pakaian seperti di Indonesia.

Musim Gugur (Akhir September – Pertengahan Desember)

Suhu di musim ini sangat bersahabat, pakaian bisa menggunakan seperti di Indonesia, tapi kalau anda berkunjung di akhir musim, maka siapkan jaket yang agak tebal karena cuaca seringkali berubah dengan sangat drastis. Mirip seperti musim semi, perbedaan suhu antara dalam dan luar ruangan terkadang cukup ekstrim. Tapi untungnya, biasanya heater akan dinyalakan setelah cuaca benar-benar dingin untuk menghemat energi listrik. Jika anda datang berkunjung pada akhir musim gugur sekitar bulan desember, untuk lebih amannya gunakan 2 lapis baju saat keluar ruangan dan tutupi dengan jaket.

Musim Dingin (Desember – Akhir Maret)

Jangan ceroboh memilih pakaian saat musim dingin. Pastikan anda menyiapkan pakaian tebal, lengan panjang, kaos kaki tebal, sarung tangan, kupluk penutup kepala, penutup telinga, scarf hangat penutup leher, dan tentu saja jaket tebal. Pada saat tidur pastikan anda menggunakan kaos kaki agar badan tetap hangat dan jika keluar ruangan selalu memakai jaket tebal dan sepatu yang tapaknya bergerigi untuk mencegah terpeleset oleh licinnya jalan aspal yang membeku. Jangan pernah menganggap enteng cuaca dingin lalu keluar hotel dengan berpakaian seadanya karena hanya akan berada di luar sebentar. Paparan angin dingin akan menurunkan daya imunitas tubuh sehingga akan mudah sekali terserang penyakit semacam flu, pilek, dan masuk angin.

  • LAUNDRY

Jika ingin menghemat, jangan gunakan laundry hotel karena harganya cukup menguras kantong. Saat memilih hotel, pastikan cek apakah tersedia coin laundry di hotel tersebut, jika tidak ada maka gugling dulu apakah coin laundry ada di dekat hotel. Bawalah pakaian sekitar 2/3 dari waktu kunjungan anda. Artinya jika anda akan berkunjung 3 hari, maka cukup bawa pakaian untuk keperluan 2 hari, jika berkunjung 5 hari maka maksimal jatah 3 hari. Setiap hari sepulang ke hotel, cucilah pakaian di coin laundry dan gunakan dryer sehingga pakaian yang kotor bisa langsung anda pakai untuk hari berikutnya. Dengan modal 300-400 yen anda sudah bisa mencuci dan mengeringkan baju 3 potong, jeans 2, dan dalaman 3-4 pieces. Untuk cuci biasanya 100 yen, dan mengeringkan coba dulu 200 yen atau sekitar 1 jam, jika ternyata belum kering benar, masukkan lagi 100 yen untuk 30 menit berikutnya. Pastikan memisahkan pakaian yang tidak boleh di-dryer seperti sutra dan satin halus.

Sekian dulu untuk bahasa dan pakaian, lihat di artikel lain untuk tema lainnya seperti makanan, kebiasaan, dan tujuan destinasi yang bagus.

Farewell Party, Industri Tekstil, dan Globalisasi

Memasuki bulan maret seperti biasa acara tahunan berupa farewell party dan welcome party mulai mengisi schedule harian. Hari ini farewell party untuk melepas kepulangan seorang kakak kelas di University of Hyogo Mr.Y. Di Indonesia sejak 4 tahun yg lalu beliau dipercayai memegang jabatan sebagai President Director di PT. Soj**z yang merupakan bagian dari grup Sinar Mas.
Klub Alumni kami hanya beranggotakan kurang dari 10 orang, tapi isinya kebanyakan sudah berusia di atas 45 tahunan. Jadi tidak heran jika yg berusia di bawah 40 tahun dan berjabatan di bawah direktur hanya saya dan T-san, seorang GM di perusahaan tekstil PT. Nisshin** di Cimahi. Selain itu ada VP di Pana****c, owner sebuah trading company, President Director di PT. Unit**, dan direktur di berbagai perusahaan lain.
Hari ini kebetulan saya duduk pas di depan Mr. A yang merupakan President Director perusahaan tekstil cukup ternama yaitu PT. Uni**x. Kami berbincang cukup serius ketika membahas tentang ekspansi bisnis perusahaan Jepang ke Indonesia.
Sebenarnya saya sudah cukup lama menyimpan pertanyaan kenapa perusahaan-perusahaan tekstil Jepang justru banyak yang ekspansi ke Indonesia padahal perusahaan lokal sendiri banyak yang gulung tikar menghadapi persaingan yang ketat dari India dan China. Dan jawaban beliau cukup menarik untuk ditelaah.
Beliau mulai masuk dengan menjelaskan bahwa pasar tekstil memiliki pangsa pasar yang sangat luas dan sustainable karena semua manusia butuh pakaian dan produk pakaian memiliki life cycle yang relatif singkat sehingga demand akan tetap ada.
Saya menimpali bahwa walaupun demand banyak, industri ini entry barriernya tidak sesulit industri teknologi tinggi karena mesin-mesin produksinya banyak tersedia dan proses manufakturnya tidak memerlukan teknologi yang benar-benar rumit. Bagian yang tersulit adalah memperoleh pasar untuk produk yang dihasilkan karena banyaknya pemain serupa sehingga jika produk tidak memiliki karakteristik khusus, pasti akan sulit merebut pasar. Saya contohkan kondisi industri tersebut di Fukui Prefecture, Jepang. Pada zaman ekonomi emas Jepang, Fukui sangat maju dengan industri tekstilnya. Tapi karena gempuran produk impor terutama dari Cina, akhirnya industri itu lenyap dan menyisakan banyak pabrik-pabrik kosong di seantero kota. Yang tersisa hanya segelintir perusahaan yang berinovasi dan membangun basis pelanggan di dunia industri lain seperti Seiren yang terkenal dgn tekstil khusus seat mobil.
Mr. A menjawab bahwa di situlah kata kunci untuk sukses di industri yang konon sudah mulai memasuki negative growth di Indonesia ini. Menurut beliau, kebanyakan perusahaan tekstil terpaksa tamat riwayatnya karena terlambat berinovasi dan cenderung melihat pasar secara sempit. Ketika berbicara tentang tekstil, pemain industri ini kebanyakan melihat pasar hanya yang berhubungan dengan pakaian. Padahal selain pakaian, ada banyak nieche market yang bisa dijadikan lahan garapan. Seat mobil adalah salah satunya, selain itu ada perlengkapan interior pesawat, kapal laut, alat-alat kerja, dan lain sebagainya. Produk tekstil bisa muncul hampir di seluruh dimensi kehidupan manusia. Intinya adalah kejelian melihat wants konsumen dan mentransformasikan ide itu menjadi produk, yang berarti teknologi yang kreatif. Memiliki teknologi saja tidak cukup, jika teknologi itu sendiri belum bisa dijadikan produk yang bisa memberi manfaat kepada konsumen. Beliau mencontohkan, pernah suatu kali pihak RnD dari Unit*x pusat berhasil menciptakan sejenis tekstil yang berbahan baku cotton tapi memiliki tekstur selembut sutra. Hasil temuan itu kemudian dibuat prototype-nya dan beliau bawa untuk pasarkan di Perancis. Hampir semua designer dan perusahaan apparel yang beliau temui di Paris memuji dan menyukai kain tersebut. Tapi tak satupun dari mereka yang mau beli. Alasannya sederhana, harganya mahal dan dengan harga semahal itu produk seperti apa yg bisa dibuat, sama sekali belum terpikirkan. Akhirnya produk istimewa itu hanya menjadi hiasan di gudang perusahaan. Menurut beliau, kegagalan produk itu bukan pada teknologinya, tapi kegagalan RnD untuk memahami kebutuhan pasar sebelum mulai melakukan penelitian. Itulah sebabnya beliau selalu meminta pasukan RnD di perusahaan beliau yang berjumlah 40 orang untuk selalu turun gunung dan masuk ke dunia konsumen untuk memahami kebutuhan riil dari pasar. Karena kalau tidak, maka teknologi yang dihasilkan hanya prototype di dunia lab yang tidak mampu memberi kontribusi nyata bagi konsumen. Mungkin staf RnD bisa berpuas diri dan merasa sudah bekerja dengan baik karena bisa membuat produk baru yang banyak, tapi bagian sales hanya akan mencibir karena produk itu tidak laku di pasaran sebab memang bukan jenis produk yang diinginkan konsumen.
Selain itu, menurut beliau, salah satu penyebab perusahaan tekstil tergilas oleh persaingan adalah karena sempitnya pemahaman management terhadap pasar. Beliau mencontohkan perusahaan di Jepang yang cenderung menganggap bahwa pasar mereka sebatas negara Jepang. Atau kalaupun melakukan off-shoring maka orientasinya adalah produksi di luar Jepang kemudian diimpor ke Jepang. Strategi ini tidak efektif ketika kondisi pasar Jepang lesu atau dibanjiri dengan produk yang lebih murah dan berkualitas lebih baik. Menurut beliau, untuk bisa survive di industri ini perusahaan harus bertransformasi menjadi totally global company. Dengan memanfaatkan chain value, perusahaan harus mampu melihat dunia sebagaimana layaknya sebuah pasar domestik. Fokusnya adalah bagaimana dan di mana produk bisa dibuat dengan biaya terendah dengan jenis dan kualitas yang dibutuhkan pasar, bukan jenis dan kualitas yang diinginkan perusahaan. Artinya perusahaan harus mampu memahami kebutuhan pasar dan mentransformasikan kebutuhan tersebut menjadi produk, lalu melakukan produksi di lokasi yang tepat.
Kebijakan ini terdengar sederhana, tapi pada prakteknya akan dibutuhkan kombinasi dari kemampuan sales-marketing, product development, total supply management, dan teknologi produksi yang tepat, murah, dan efektif.
Kami mengobrol berdua dengan asik sampai-sampai lupa kalau akhirnya obrolan di meja lesehan Torigen itu terbagi dua, kami dan grup satunya lagi yang asik membicarakan tentang golf.
Jam menunjukkan pukul 21:30 malam ketika kami berfoto bersama dan meninggalkan restoran.