Berangkat subuh selalu punya sensasi sendiri. Jam 05:30 saya sudah harus keluar rumah, tapi sebelum itu saya harus membangunkan anak-anak, sekadar pamit […]
Satu minggu di Selandia Baru dan Australia bukan sekadar perjalanan dinas. Di Auckland, saya akhirnya menjejakkan kaki di negeri yang dulu hanya ada di mimpi masa remaja — tempat saya pernah bercita-cita kuliah sebelum krisis moneter 1998 mengubah segalanya. Dari sana hingga Sydney, perjalanan ini mengingatkan bahwa di balik setiap transformasi organisasi, selalu ada manusia dan cerita yang menjadikannya berarti.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.