Tag Archive for マンダム

Kunjungan Konsul Jenderal RI Osaka Ke Mandom Pusat

Telpon di divisi HRD hari ini cukup sibuk. Menjelang awal tahun fiskal di HRD memang ada setumpuk urusan yg harus dibereskan sebelum tutup buku. Mulai dari urusan finansial yg berhubungan dengan biaya HR, sampai pembuatan ulang beberapa peraturan yg harus direvisi secara berkala setiap awal FY. Saya agak kelabakan juga mengingat
tugas rutin dan non rutin cukup menggunung di meja kerja saya.
Jam 10 lewat saya meraih HP yg terletak di atas meja dan menelpon nomor pak KonJen RI Osaka. Seperti perkiraan saya sekertaris pak Konjen yang mengangkat dan saya setengah bercanda minta tolong agar si Ibu sekertaris bisa mengatur jadwal supaya kedatangan pak Konjen di kantor kami bisa tepat waktu. Hari ini pak Ibnu Hadi yang
telah ditunjuk oleh pemerintah RI menjadi perwakilan Indonesia di wilayah Jepang Barat sejak januari tahun ini, berencana datang melakukan kunjungan kerja di kantor pusat perusahaan kami, Mandom Corporation. Sebenarnya saya agak merasa tidak enak juga, tapi mengingat peristiwa keterlambatan menteri ESDM Indonesia ketika menjamu koleganya menteri Kesejahteraan dan Naker Jepang beberapa waktu lalu di Jakarta, saya merasa lebih baik terlihat bebal di mata sekertaris pak Ibnu daripada nanti menambah daftar imej tak bagus di mata orang Jepang terhadap pejabat negara kita.
Tapi Ibu Lalita, sang sekertaris dengan sangat baik berjanji memenuhi permintaan saya. Dan ternyata janji ibu Lalita ditepati dengan baik.
Jam 2:30 ibu Lalita menelpon balik dan memberitahu kalau pak KonJen beserta rombongan sudah berangkat, padahal sebenarnya jarak dari Konsulat Jenderal RI Osaka hanya berjarak tempuh sekitar 15 menit dari kantor kami. Saya bergegas menuju lantai teratas tempat kami akan menjamu, memeriksa kelengkapan dokumen dan mengulang
beberapa hal yang saya minta agar disiapkan oleh staf di sekertaris direktur.
Jam 2:45 saya standby di lobby.
Sekitar 5 menit kemudian pak Konjen beserta mbak Christina, konsul muda ekonomi, dan penerjemah ibu Hiroko datang tanpa sempat saya lihat mobilnya datang. Konsul Ekonomi, pak Ngurah datang menyusul sekitar 10 menit setelah pertemuan dimulai dengan ditemani staf KJRI pak Slamet.
Dari pihak Mandom dihadiri oleh Mr.Nishiumi, Mr. Yamashita, dan saya. Mr.Nishiumi adalah orang top ketiga di Mandom Group yang menjabat sebagai Presiden Komisaris Mandom Indonesia, beliau juga menjabat sebagai direktur yg menangani operasional Mandom di negara2 selain Jepang, seperti Cina, Korea, Malaysia, dll dan mengoperasikannya dari Jepang. Mr.Yamashita sendiri, baru pulang ke Jepang sejak 2 tahun yang lalu setelah menjabat sebagai CEO di Mandom Indonesia selama beberapa tahun.

Pembicaraan berlangsung dalam 3 bahasa, Jepang, Inggris, dan Indonesia. Mr.Yamashita yang memang cukup fasih bahasa Indonesianya kadang2 menoleh ke saya ketika mentok dgn istilah2 susah dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Saya yg duduk di samping Mr.Nishiumi sekali-sekali membisikkan dalam bahasa Jepang ketika percakapan berlangsung dalam full bahasa Indonesia.
Pak Konjen yg tampaknya sangat peduli dgn kondisi investasi Mandom Group di Indonesia kelihatan cukup puas ketika kami membeberkan rencana investasi jangka menengah dan panjang dari grup usaha kami. Dan beliau dengan antusias bertanya apakah ada hal yg bisa dibantu oleh pemerintah RI agar bisnis Mandom Group bisa lebih berkembang.

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri kosmetik dan toiletris yang tidak begitu sensitif dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, Grup usaha Mandom sebenarnya hanya berharap agar iklim dunia usaha di Indonesia bisa dijaga tetap kondusif dan birokrasi tidak rumit. Salah satu hal yang diutarakan oleh Mr.Yamashita adalah kesulitan perusahaan kami di Indonesia ketika mendaftarkan produk di BPOM (Badan Pengawasan Obat & Makanan) Indonesia yang memakan waktu yang cukup lama sekitar 6 bulan sampai 8 bulan. Padahal untuk prosedur yang sama dan produk di industri yang serupa di negara Asean lain misalnya seperti Thailand, proses yang kami jalankan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 sampai dengan 3 bulan.

Sebagai produsen barang-barang konsumen yang mengalami perubahan trend, tentu akan sangat menyulitkan jika prosedur pendaftaran sebelum melempar produk ke pasaran memakan waktu lama. Karena bisa saja selama proses 8 bulan itu, produk yang sudah kami kembangkan susah payah menjadi ketinggalan trend sehingga kurang diterima di pasaran ketika dilakukan produksi massal, padahal ada investasi yang sangat besar dari masa pengembangan produk hingga siap produksi massal. Walaupun Mr.Yamashita berkali-kali menyatakan bahwa keluhan ini sebenarnya bersifat umum karena dialami oleh semua perusahaan di industri kosmetik & toiletris, tapi tetap saja pak Ibnu dengan bijak menanggapi secara serius dan berjanji akan mencari jalan agar keluhan itu bisa dicarikan solusinya. Saking seriusnya sampai-sampai beliau akhirnya menawarkan agar kami bertemu langsung dengan menteri Perindustrian dan kepala BKPM (Badan Kordinasi Penanaman Modal) yang kebetulan diundang oleh JETRO untuk berbicara di seminar bertema promosi investasi ke Indonesia hari rabu depan di Osaka. Beliau berjanji akan meminta waktu Menperindag, pak Mohamad S. Hidayat dan kepala BKPM, pak Gita Wirjawan, walaupun mungkin hanya 10 hingga 15 menit khusus untuk kami agar bisa mengutarakan langsung keluhan kami ke beliau-beliau, dan mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti di tanah air. Seandainya semua pejabat pemerintah di negeri kita seperti pak Ibnu ini, maka mungkin dunia usaha akan bisa berkembang dengan baik. Beliau tampaknya sangat peduli dengan kepentingan dunia usaha. Tawaran pak Ibnu itu langsung disambut baik dan disanggupi oleh Mr.Yamashita.

Pertemuan itu disela oleh kemunculan Vice President perusahaan kami Mr.Kamei yang memang dijadwalkan akan muncul bertukar sapa karena jadwal hari ini yang sudah terlanjur terisi. Baru berbasa-basi beberapa menit, tiba-tiba muncul Mr. Nishimura, pimpinan puncak grup Mandom yang sebenarnya dijadwalkan berada di pertemuan lain. Mr.Nishimura dan Mr.Kamei mengajak foto bersama, bertukar kartu nama dengan pak Ibnu dan anggota rombongan lain lalu permisi lagi karena sudah harus masuk pertemuan selanjutnya.

Pada jadwal selanjutnya kami mempersilakan rombongan itu menuju lantai 3, museum mini grup Mandom. Sembari memperhatikan pajangan catatan sejarah perusahaan, kepada rombongan kami perkenalkan dengan sejarah perjalanan panjang perusahaan kami yang sudah berusia 83 tahun. Dan juga tak lupa memperkenalkan sepak terjang usaha kami di Indonesia sejak tahun 1969. Mulai dari zaman produk Tancho, produk Mandom, hingga serial Gatsby yang menjadi andalan kami. Tidak lupa juga kami memperlihatkan Pixy, Pucelle, Lovillea, dan beberapa merek produk yang kami pasarkan di Indonesia.

Setelah menghabiskan waktu cukup lama di museum, rombongan kami antar ke lantai satu dan berfoto bersama di depan logo Mandom sebelum akhirnya pak Ibnu dan rombongan memohon diri meninggalkan markas besar Mandom Corporation.

2010年から、全てが変わる?

会社で部長はある課題を投げてお正月休みに考えをまとめ休み明けにディスカッションを行いたいと仰っていた。メールの冒頭はCOP15会議やら、地球温暖化の問題などについて取り上げられたため、正直に最初は嫌だった。しかし、中部の文書を読むと、きれいに「人事部として」の考え方に落とす様にと書いてあったので、なんとなく納得できた。

近年地球や文明などが巨大なスケールで変化しつつあり、その変化をに取り残されたら会社は危険である。地球に津波や地震などが起きて、人間に何らかを伝えたいようである。それに伴う、人間の文明ではエンロンスキャンダルなどで経済危機が相次いで起こってきた。また、その経済危機は一部の国を襲うだけではなくグローバル的に津波のように国々をつぶしていた。日本もその中に巻き込まれて、いつの間にかその危機感を生で感じることができる。

2000年はじめて来日したとき、「日本経済はもう危ない」とよくテレビの番組で聞いていたのが、周りは人々の生活がゆったりしたため、危機感はほぼ感じていなかった。そのとき、パナソニックは生産活動がもっとアジアに集中させる戦略をとるため、もともと僕が勤めた会社が使う機械をインドネシアに持って行って、会社の収入がへりリストラをやってた。身近なものはそれぐらいだった。知り合いが働いた会社も一部仕事が減っているという話も聞いたことがあるが、目でみえる日本経済はまだ元気だった。

しかし、今回の不況は本当に肌で感じていた。テレビで「派遣切り問題」や「内定取り消し問題など」をみて、本当に日本経済は深い不況に陥ってしまったようだ、と思った。あらゆる業界で倒産のニュースは耳にしている。昔すんでいた神戸のポートアイランドにあるショッピングセンター「ムサシ」という店は3年前閉店し、残ったのはすぐその隣にある「イズミヤ」だったが、ことしの2月も不況のため閉店になるようだ。島内大きなショッピングセンターは、家具専門IKEAしか残っていない。もしかして、IKEAも来年まで生き残れないかもしれない。

幸いマンダムは日常用品の製造会社のため、いくら不況でも生活者にとってわが社の商品が必要だろう。しかし、なにも変わらぬのんびりしてすごすことがきっとできない。この不況で、生活者の消費習慣が変わったり、ものに対して考え方も変わるだろう。10年前は、100円ショップや中古店などは多くの主婦にとって入ったら恥ずかしいというイメージがあったかもしれないが、最近は中古店にいったら来店する人が多くなったような気がする。また、安い価格を求める生活者の要望を答えるため、隣国の中国産の商品を取り扱う店ももっと多くなったようである。しかも、安いだけではなく品質も良くなってきた。このような状況が続いたら日本国内企業はまずまず大ピンチになる。「安くて品質がいい」と「高いが、品質がいい」という選択があれば、当然生活者は前者を選ぶだろう。

半年ぐらい前あるインドネシアの雑誌がこの様な記事を取り上げた、「アジアは付加価値がある商品より、生活に必要最低限な商品へシフトする」。周りを見れば、日本もこの様な状況になりつつあると思う。まさに、今年からは全てが変わる。その変化に対応するために人事部部員としてどのように捉えるのか、今月の部会まで考えないと行けない。

Osaka Beres!

Memakan waktu 4 hari untuk melayani sekitar 1200-an pendaftar acara open house Mandom Corporation. 1200-an ini ditambah 700-an di Tokyo adalah peserta yang dipilih dari lebih 5000 pendaftar secara online dari seluruh universitas di seluruh Jepang. Walaupun peserta berlipat 2 kali dibanding ketika di Tokyo, pengadaan kegiatan rutin tahunan ini lebih mudah dilakukan di Osaka, selain karena fasilitas gedung yg tentu saja sangat memadai karena kegiatan kami adakan di kantor pusat Mandom, staf HRD yg lain bisa juga kami tarik untuk membantu karena cukup turun ke lantai 1 dan 2 untuk ikut serta.

Pertanyaan calon2 sarjana S1/S2/S3 yg ikut dalam kegiatan ini agak berbeda dengan mereka yg ikut di Tokyo. Untuk peserta2 di Tokyo mereka lebih banyak bertanya untuk mencari tahu apa sebenarnya isi dalam Mandom corporation, mulai dari filosofi perusahaan, pandangan karyawan2nya terhadap perusahaan, atau sejarah2 tentang perusahaan yg tahun ini genap berusia 82 tahun ini. Sementara itu, di Osaka, peserta lebih banyak bertanya tentang suasana kerja, visi karyawan, tingkat kesejahteraan, dan bahkan ada yg nekat bertanya berapa jumlah karyawan baru yg akan diterima tahun ini. Mungkin karena Mandom Corporation sudah cukup dikenal di daerah Kansai, maka pertanyaan lebih berpusat pada keadaan riil sehari-hari. Khas orang Kansai, tanpa basa-basi.

Kalau di Tokyo di keseluruhan kegiatan saya selalu ikut menjawab pertanyaan2 di sesi dialog, di Osaka satu hari pertama saya tidak bisa beranjak dari meja kerja karena pekerjaan di divisi HRM (Human Resource Management) tidak bisa ditinggalkan. Baru setelah pekerjaan y menyangkut mutasi pegawai itu beres, saya bisa ikut serta. Dan tak lupa saya selalu menyapa dan memperkenalkan diri dengan salam dalam bahasa Indonesia. Cukup menyenangkan melihat wajah2 kaget dan bingung dari ratusan peserta yg mungkin tidak menyangka bahwa akan ada orang asing yg ikut dalam kegiatan rekruitmen di perusahaan Jepang seperti Mandom Corporation. Apalagi selama menyambut mereka di lantai satu, saya selalu membalik papan nama saya agar tak terlihat, lihat papan nama yg tak tertulis dengan kanji saja mereka sudah akan bisa menebak, tapi kalau dari wajah masih banyak yg seringkali tertipu. Senior saya dan asisten manajer yg orang Kansai dan pada dasarnya suka guyon sangat menikmati cairnya suasana yg semula sempat kaku selama 1 jam pertama. Sempat pernah saya perhatikan seorang peserta menganga saking terkejutnya, mungkin ybs sama sekali tidak menyangka kalau saya orang asing sehingga ketika saya menyapa dalam bahasa yg tak mereka mengerti baru tersadar kalau saya bukan orang yg sama dengan mereka.

Hasil ujian peserta di Osaka secara rata2 yg saya amati secara sekilas, lebih rendah dibanding mereka yg di Tokyo. Mungkin karena jumlah peserta yg banyak sehingga jumlah peserta yg mencatatkan nilai rendah juga terlihat lebih banyak dibanding yg di Tokyo. Tapi yg jelas, peserta yg dicoret karena memperlihatkan tingkah laku yg tidak memiliki akhlak baik seperti tidur, main HP, curang, dll, jumlahnya lebih sedikit dibanding yg di Tokyo. Kami agak kesulitan memonitor karena pserta yg mencapai 150 per-sesi, karena hanya ada saya dan senior saya yg mengamati secara langsung tingkah laku mereka.

Selama kegiatan berlangsung beberapa mahasiswa asing dari Cina, Hongkong, dan Korea sempat datang bertanya secara perorangan dan bertanya-tanya tentang bagaimana saya bisa lolos seleksi. Sekali-kali ada juga mahasiswa Jepang yg penasaran ingin tahu tentang seberapa besar dan seberapa terkenalnya Mandom di Indonesia atau apakah betul produk2nya seperti Gatsby, dll adalah produk2 yg banyak disukai konsumen di Indonesia. Saya hanya menjawab secara umum dan meyakinkan bahwa Mandom memang perusahaan yg cukup diperhitungkan di kancah per-kosmetikan di Indonesia, bukan hanya Gatsby tapi juga dgn Pixy, Pucelle, Lovillea, dll.

Sesi terakhir di hari terakhir ditutup dengan jumlah peserta 146 orang dari kapasitas maksimum yg kami siapkan sebanyak 150 orang per sesi. Cukup menarik juga kegiatan seperti ini karena mengingatkan akan perjuangan saya 2 tahun yg lalu ketika saya berada di posisi mereka.

Alhamdulillahi rabbil alamin.