Archive for Tentang Jepang

Mengenal Bahan Makanan di Jepang – Daftar Bahan Wajib Cantum

Standar kualitas produksi di Jepang sangat ketat, apalagi yang berhubungan dengan makanan. Dalam アレルギー物質を含む食品に関する表示Q&A (Q&A Tentang Pencantuman Bahan Alergi Pada Makanan) yang dikeluarkan oleh 厚生労働省医薬食品局食品安全部基準審査課 (Bagian Inspeksi Standar Keamanan Makanan Departemen Tenaga Kerja Dan Kesejahteraan Dirjen Obat dan Makanan — semacam BPOM di Indonesia), ada beberapa jenis tata cara pencantuman bahan makanan.

Yang diedarkan dengan Surat Keputusan Menteri dan wajib dicantumkanada 7 jenis yaitu :

卵・乳・小麦・えび・かに・そば・落花生 (Telur, Susu, Gandum, Udang, Kepiting, Mie Soba, Kacang tanah)

Selain itu ada 18 bahan yang sangat dianjurkan untuk dicantumkan dalam kemasan yaitu :

あわび、いか、いくら、オレン ジ、キウイフルーツ、牛肉、くるみ、さけ、さば、大豆、鶏肉、バナナ、豚肉、まつたけ、も も、やまいも、りんご、ゼラチン

Kerang Avalon, Cumi, Telur Salmon, Orange, Buah Kiwi, Daging Sapi, Kurumi (semacam kenari), Salmon, Ikan Mackerel, Kedelai, Daging Ayam, Pisang, Daging Babi, Jamur Matsutake, Buah Momo (Peach), Ubi Yamaimo (yang berlendir, bahan pembuat soba), Apel, dan Gelatin.

Setelah itu dikeluarkan lagi tambahan dua bahan yaitu : カシューナッツ・ごま cashew nut, dan wijen.

Bagi kita muslim hal ini sangat membantu untuk bisa mendeteksi apakah sebuah produk bisa kita konsumsi atau tidak.

Mudah-mudahan dalam tahun-tahun mendatang bahan lain seperti alkohol, asam amino, dll bisa dimasukkan juga.

Sumber : http://www.caa.go.jp/foods/pdf/syokuhin12.pdf

Mengenal Bahan Makanan di Jepang – Emulsifier 乳化剤

Emulsifier atau dalam bahasa Jepang disebut 乳化剤 adalah bahan yang digunakan dalam banyak industri, termasuk makanan dan kosmetik. Fungsi utama dari senyawa ini adalah untuk mengikat bahan baku yang berasal dari minyak atau lemak dengan bahan baku liquid seperti misalnya air atau susu. Tanpa menggunakan bahan ini maka minuman ketika didiamkan akan mengendap, memisahkan antara yang minyak dan liquid. Dalam proses manufaktur, biasanya pencampuran dilakukan dengan spinning atau diputar dalam suhu tinggi agar tercampur dengan baik.

Bahan dasar emulsifier bisa berbentuk senyawa dari minyak atau mineral. Dalam industri minuman biasanya dipakai dipakai saat membuat teh susu, caffe au lait, caffe latte, dan bahan lain yg mencampur bahan baku yg bersifat minyak dengan air. Untuk industri makanan biasanya ada di dalam perisa onigiri, kue, keripik, dll. Di Jepang, jika tidak disebutkan bahan dasar emulsifier makanan dan minuman, maka sebaiknya hindarilah karena mayoritas menggunakan bahan hewani, dan jika hewani maka kemungkinan besar berasal dari babi. Alasannya sederhana, harga lebih murah sehingga ongkos produksi lebih rendah.

Untuk produk dairy seperti cheese, whip cream, dll ada beberapa produsen seperti MegMilk yang menggunakan bahan mineral berupa fosfat sebagai emulsifier.

Mari lebih teliti dalam mengkonsumsi.

Mengenal Bahan Makanan Di Jepang – Shortening ショートニング

Shortening ショートニング adalah bahan baku makanan yabg terbuat dari lemak yang memiliki karakteristik khusus yaitu tetap padat dalam suhu ruangan (20-25 C). Dalam bahasa Indonesia kadang disebut mentega tiruan, digunakan untuk mempertahankan tekstur yang renyah dan banyak dipakai dalam produk berupa cake, kue, segala macam roti, dll. Status kehalalannya tergantung dari bahan dasar yang dipakai, jika dari nabati misalnya minyak sawit (パーム油), maka insya Allah halal, tapi kalau dari minyak babi maka otomatis haram.
Di Jepang, berdasarkan pengalaman kami melakukan pemeriksaan bahan makanan sejak tahun 2000an, jika produsen tidak mencantumkan bahan dasar shortening maka sebaiknya hindari karena biasanya menggunakan bahan hewani, dan jika hewani maka mayoritas dari babi. Alasannya sederhana, yaitu harga bahan dari babi cenderung lebih murah dibandingkan yang terbuat dari ayam, apalagi sapi.
Wallahu a’lam bis showab.