Archive for Keseharian

Kabura Maqtan Indallah An Taquulu Maa Laa Taf’aluun

Suasana buka puasa di lantai 3 Masjid Osaka hari ini sangat rame, sambil makan, puluhan jamaah itu bercakap dgn berbagai bahasa. Tidak ketinggalan orang-orang Indonesia di samping dan hadapan saya yg ngobrol tak jelas dengan suara keras. Hal ini saya yakin pasti sangat mengganggu orang Jepang tetangga masjid.

Tiba-tiba orang yg sepertinya asal Indonesia depan saya bertepuk meminta perhatian agar semuanya tidak berisik, tapi jamaah pada cuek. Akhirnya dia berdiri mendekati panitia yg kemudian setengah berteriak meminta agar semua makan dengan tenang dan mengingatkan kembali agar tidak berisik. Akhirnya suara mulai mereda.
si orang tersebut kembali ke tempat duduknya dan berucap dalam bahasa Jepang yg artinya “ah, akhirnya jadi lega deh, semuanya ngga berisik lagi. Kalau pada berisik nanti kita dikomplain sama tetangga, kan ngga enak kalau mengganggu terus. Kita sudah berkali-kali ditegur, makanya ….bla bla….bla…bla…” terus aja dia nyerocos sampai ngebahas masalah nasi yg matangnya ngga merata dan masakan yg kursng enak hari ini.,,,,,malah dia yg jadi berisik.

Akhirnya karena khawatir jadi ribut lagi saya membdri isyarat “ssshhhh” sambil memberi tanda huruf T dengan tangan yg artinya “jangan ribut”,,, dia sempat protes dan ngomong “wah, itu menyinggung saya tuh”, saya ngga peduli dan terus ngasih isyarat supaya tidak ribut. akhirnya dia menghentikan omongannya beberapa saat. Tapi setelah itu mulai lagi nyerocosnya, akhirnya saya tinggalkan posisi duduk itu.

Di negeri kita banyak orang seperti ini.

Paling rame teriak “ooooi….jangan ribut”, tapi justru dia yg paling ribut.

Dalam versi lain, teriak paling kenceng “ooooi…jangan korupsi”, tapi ternyata korupsinya dia ngga tanggung-tanggung hingga miliaran rupiah.

Kalau ucapan tak sejalan dengan perbuatan, maka tinggalkan sajalah. Nanti ketularan lho sifatnya. Kecuali kalau anda memang ingin sifatnya jadi seperti itu.

The power of affirmation!

Rest area puenuh buanget hari ini, tapi sebelum memasuki rest area, saya berkata ke anak-anak, “insya Allah pas kita masuk akan ada mobil yg keluar”.
Amazingly, ketika antri cari parkir, mobil di depan maju cukup jauh dan tiba-tiba pemilik mobil di sebelah kiri depan kami masuk mobilnya, menyalakan mobil dan mengosongkan satu tempat parkir persis di depan kami, alhamdulillah.
Masuk di tempat makan favorit kami sekeluarga yg menyediakan bubur kacang hijau dan siomay, pengunjung full dan antrian puanjang. Saya kembali berbisik ke si putra, “insya Allah akan ada meja kosong” sambil masuk. Dan ketika tiba di tempat duduk, tiba-tiba satu keluarga yg menempati satu meja dgn jumlah tempat disuk pas dgn jumlah kami beranjak, setelah bertanya dan si Bapak mengiyakan dan mempersilakan kami mengambil meja yg ditinggalkannya.
Subhanallah wal hamdu lillah hari ini hidup kami dipermudah Allah SWT.
Power of affirmation, affirmasi, berusaha, dan yakinlah Allah membukakan jalan.

Anda Juahat…

Jika anda “muslim” dan “meminum khamar”, anda sendiri yang berdosa. Tapi kalau anda minum khamar lalu mengiklankan di sosmed anda dan mengajak orang lain meminum khamar, maka selain dosa karena minum khamar, anda akan mendapat setoran dosa dari setiap orang yang meminum khamar karena propaganda anda. Yang menyedihkan adalah, jika anda tidak minum khamar karena memang tidak tersedia di daerah anda, tapi anda propaganda mati-matian supaya orang lain minum khamar. Anda share berita tentang kebaikan khamar, anda bahkan bikin status dan tulisan tentang enaknya khamar (padahal anda belum pernah merasakannya), dan anda hujat dan lecehkan orang-orang yang mengajak saudaranya agar menghindari khamar.


Bagaimana pendapat anda tentang perbuatan seperti itu? Tidak baik bukan? Khamar memang ada manfaatnya, tapi “keburukannya jauh lebih banyak daripada manfaatnya”, lagipula masih banyak minuman lain yang rasanya enak dan menyehatkan badan.

 

Kalau anda mau menumpuk dosa dengan minum khamar, silakan, itu urusan anda. Tapi tolong jangan ajak muslim lain berbuat dosa yg sama. Apalagi kalau anda tidak bisa minum khamar, janganlah mempropaganda muslim lain supaya minum. Kalau di AADC2, anda pasti dimarahin oleh Cinta dengan kalimat populernya “Apa yg kamu lakukan itu,,,juahat” … hehehe

Setuju ngga? Saya yakin anda 100% setuju.

Nah, sekarang gantilah “minum” dengan “memilih” dan ganti “khamar” dengan “pemimpin dari kalangan non-muslim”.

Kalau tadi yg sebelumnya anda setuju namun sekarang anda tidak setuju, Maka standar anda perlu diperiksa