Archive for May 2017

Strategi New Silk Road Dari Mata Orang Jepang 一滞一路

Barusan nonton TV MBS channel Jepang membahas tentang strategi Tiongkok dgn 一帯一路 atau new silk road. Ternyata Ethiopia, Tonga, Srilanka, dll sdh berhasil mereka kuasai. Modusnya adalah memberikan pinjaman untuk pembangunan infrastruktur dan fokus terutama pada pembangunan daerah pesisir dengan reklamasi pantai. Di Srilanka, setelah terlilit mega utang dan tdk bisa bayar, Tiongkok menawarkan pembebasan utang dgn meminjamkan tanah hasil reklamasi ke Tiongkok selama 99 tahun. Fenomena umum di negara2 itu adalah membanjirnya migran dari Tiongkok sehingga penduduk kehilangan pekerjaan dan perusahaan lokal mati karena perdagangan dikuasai oleh Tiongkok sebab impor barang dari Tiongkok dimudahkan. Selain itu, keluhannya pun seragam, yaitu kualitas infrastruktur yg dibuat oleh Tiongkok tdk bertahan lama sehingga untuk perbaikan pun akan meminta ‘tolong’ mereka lagi, akibatnya ketergantungan terhadap Tiongkok terjadi terus menerus. menurut analisa ahli di Jepang, tanah yg dipinjam itu bisa saja akan dijadikan pangkalan militer Tiongkok untuk ambisi militer mereka.
.
.
Nonton berita itu seperti melihat negeri sendiri 5-10 tahun mendatang. Modusnya sama persis. Menghilangkan pajak impor (Indonesia sdh hapus pajak untuk impor nominal kecil sehingga impor barang dari Tiongkok mudah masuk dan mematikan ukm indonesia), ngotot reklamasi pantai utara jakarta buat gerbang masuk mereka, ambruknya bendungan di bali, jembatan di kalimantan, dll. Makanya kalau anda memang cinta nkri, pasti akan menolak reklamasi pantai utara jakarta. Ini bukan masalah ras, pribumi atau non pribumi, ini adalah masalah politik. Dan kita, ya kita, yg suku sunda, jawa, minahasa, makassar, cina bangka, bugis, cina jakarta, minangkabau, cina pontianak, madura, dll, kita semua sedang dipecah belah agar mereka bisa masuk dgn mudah. Di negara manapun, mereka selalu membuat proxy, yaitu sekelompok orang yg akan memperoleh imbal balik, entah dgn kekuasaan atau dgn proyek atau hibah dll dgn bekerjasama dgn mereka dan membantu mereka dari dalam. Sementara mayoritas rakyat hanya akan menjadi objek ambisi mereka dan hanya bisa gigit jari.
Dan jangan sampai kita salah kaprah, yg bersedia jadi proxy mereka tidak mesti WNI keturunan, ada banyak suku pribumi yg akan bersedia menjual nasionalismenya demi harta dan kekuasaan. so, jangan benci saudara-saudara kita yg bersuku Cina, waspadalah kepada mereka yg mati-matian pasang badan agar ambisi politik pemerintah Tiongkok di negeri kita semakin mulus terlaksana, karena mereka inilah mungkin proxy yg sudah terbeli nasionalismenya.
Lantas, apakah saat ini sebagian dari pengambil keputusan sdh jadi proxy Tiongkok? Hanya mereka yg tahu. Memang mendeteksinya agak sulit, karena di satu sisi pemerintah harus bisa menjamin keberlangsungan pembangunan dan salah satu sumber pembiayaan adalah dgn utang LN. Tapi mari kita amati, kalau sumber pembiayaan ada yg lain dgn syarat lebih baik, tapi tetap ngotot milih yg dari Tiongkok, maka kita harus bertanya-tanya. Di sinilah fungsi Dewan sebagai pengawas eksekutif untuk menggunakan haknya dalam pengelolaan negara, dan rakyat sebagai pemerhati sekaligus pemilik kepentingan negara tertinggi untuk mengawasi. Semoga negeri kita tidak terjual seperti negara-negara itu.
.
.
Kalaupun tak mampu jadi pahlawan, minimal jangan jadi pengkhianat atau membantu pengkhianat.

Mari Melihat Fakta, Bukan Media

Mari melihat fakta, bukan gembar gembor kebohongan melalui media penipu dan akun sosmed bayaran.
——————————-
Kelompok 1 : Melakukan demo/unjuk rasa untuk menuntut supaya orang jahat DIHUKUM sesuai undang-undang NKRI

Kelompok 2 : Melakukan demo/unjuk rasa untuk menuntut supaya ORANG JAHAT yg sudah terbukti di pengadilan melakukan kejahatan supaya dibebaskan.
————————————–

menurut anda yg mana taat hukum dan pancasilais, no.1 atau 2? dan yg mana tidak sesuai pancasila?

————————————–
kelompok 1 : Untuk menyalurkan pendapat, sekitar 7.000.000 orang berkumpul dan unjuk rasa dengan damai. Jangankan manusia, rumput pun tidak dirusak.

Kelompok 2 : Untuk memaksakan kehendaknya sekitar 500 orang berkumpul dan melakukan keributan di depan penjara, merusak pagar dan mengancam petugas.
—————————————–

menurut anda yg mana yg damai dan pancasilais? no.1 atau 2? dan yg mana yg radikal dan tidak sesuai pancasila?

——————————————
Kelompol 1 : Untuk menunjukkan dukungan pada proses pelaksanaan hukum NKRI jutaan orang berkumpul di tempat ibadah, berdoa lalu longmarch dengan tenang dan damai lalu bubar tanpa menyisakan sampah.

Kelompok 2 :karena tidak terima dengan keputusan pengadilan yg sdh dilakukan melalui prosedur sesuai Hukum di NKRI, sekelompok orang melakukan doa dgn menyalakan lilin yg bekasnya menyusahkan rakyat kecil dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.
————————————–

Menurut anda kelompok mana yg cinta NKRI dan yg mana yg menyusahkan rakyat dan perbuatannya tdk sesuai nilai-nilai pancasila?

—————————————
Kelompok 1 : ketika berdemo yg tempatnya persis di depan tempat agama yg berbeda dan ada yg hendak menikah di tempat tersebut, para pendemo itu serentak membuka jalan dan mengawal rombongan pengantin hingga masuk.

Kelompok 2 : Karena percaya berita bohong dari media pembohong, kelompok no.2 mendatangi bandara dan sebagian menghunus parang panjang melarang wakil rakyat yg beda agama dgn mereka datang berkunjung. Bahkan mengibarkan bendera daerahnya dan mengancam akan minta merdeka jika sang penjahat tidak dibebaskan.
——————————————–

menurut anda yg mana yg pancasilais? nomor 1 atau 2? yg mana radikal dan tidak sesuai pancasila?

Ketika Lain Mulut, Lain Pula Perbuatan

Di sebelah saya duduklah seorang ibu-ibu berusia sekitar 40-50an. Dengan mimik muka serius berkata pada lawan bicaranya “Saya itu selalu ingat dan patuh sama nasehat Kakek saya, jadi wanita yang terbaik dan bisa jadi contoh bagi anak-anak adalah dengan menjadi ibu rumah tangga yang full di rumah, bukan bekerja di luar rumah”.

“Iya bu ya” lawan bicaranya menimpali.

“Iya bu, kita kan wanita harus jadi contoh buat anak-anak” imbuh si Ibu sambil mengisap rokoknya dalam-dalam dan menjatuhkan abunya di asbak di depan mereka.

Saya yg mendengar percakapan itu sempat terpesona dengan isi percakapan itu sebelum akhirnya menjadi muak luar biasa karena melihat bahwa si Ibu berkata tentang kebajikan sambil merokok.

Suatu yang kontradiktif biasanya sangat dibenci oleh orang yg normal ketika menyangkut masalah kebaikan.

Sama halnya ketika seseorang yg tersangkut banyak kasus korupsi mulai dari urusan rumah sakit, bus karatan, beli tanah pemda sendiri, duit csr perusahaan swasta, hingga cipratan ikatepe, dan seabrek lainnya.
Semua orang normal, pasti muak ketika orang seperti itu dipuja sebagai orang bersih dan anti korupsi, karena ucapan mulutnya berbeda dgn perbuatannya.

Sama muaknya ketika sekelompok orang menganggap dirinya sebagai paling bhinneka tapi yg dilakukannya justru memecah belah masyarakat, memprvokasi muslim, mengadu pribumi asli dan non, dll.

Tapi kadang-kadang kita sampai tertawa ngakak ketika para buruh membakar sampah hasil kelakuan mereka menghamburkan duit dan tak satupun dari mereka berani muncul menghalangi, tapi saat hari sudah gelap lantas menyalakan lilin dan berucap “kami tidak takut”,,, hehehe,,, klo emang ngga takut, kok siangnya ngga muncul mempertahankan sampah-sampah itu?

Rakyat sudah muak, jangan sampai rakyat lebih dari muak.