Archive for July 2013

Teori 70-10-20

Di sebuah presentasinya pada temu usaha Bank Indonesia sekitar September 2012, Pak Mario Teguh pernah melontarkan teori bahwa ketika sebuah organisasi akan melakukan perubahan, secara garis besar elemen organisasi tersebut akan terbagi 3 yaitu 70% mengamati, 20% antusias, dan 10% akan menghalang-halangi. Teori inilah yang menginspirasi saya melakukan riset kecil-kecilan terhadap kondisi organisasi tempat perusahaan saya bekerja dan kemudian merumuskan teori 70-10-20 versi saya ini.
Setelah pengamatan beberapa waktu, saya mendapatkan pola yang mirip bahwa ketika sebuah organisasi menghadapi masalah, elemen organisasi itu cenderung terbagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. KELOMPOK 70% : APATIS, MENUNGGU, ATAU MENGAMATI
Secara alami, manusia cenderung untuk menjaga status quo karena tidak perlu melakukan usaha apa pun. Proporsi karyawan jenis ini biasanya yang terbanyak yaitu sekitar 70% karena merupakan posisi paling aman dan nyaman. No risk, no effort to take. Secara alami dan manusiawi, karyawan cenderung memilih posisi ini.

2. KELOMPOK 10% : KOMENTATOR
Di posisi kedua yang proporsinya sekitar 10% ini biasanya berisi orang-orang kritis, nekat, berani bersuara, tapi belum tahu bagaimana berbuat atau mungkin malah hanya bisa NATO (No Action, Talk Only). Berita buruknya adalah, orang-orang di kelompok ini kalau tidak difasilitasi maka hanya akan menjadi tukang kritik, tukang mengeluh, dan justru melemahkan esprit de corps dan jika dibiarkan maka ketika energinya habis atau bosan sendiri, mereka akan berpindah ke kelompok 1. Tapi, berita baiknya, orang-orang di kelompok ini berpotensi besar berpindah ke kelompok ketiga yaitu problem solver jika yang bersangkutan bersedia empati terhadap pemilik masalah dan ada yang memfasilitasi ide-idenya.

3. KELOMPOK 20% : PROBLEM SOLVER
Biasanya dalam organisasi yang masih sehat, proporsi kelompok ini adalah sekitar 20%. Hal ini juga selaras dengan teori Pareto 80:20, dan 20% orang-orang inilah yang biasanya memberi hasil 80% dari total kinerja. Orang-orang di kelompok ini tidak akan diam saja melihat masalah dan men-challenge kondisi yang ada untuk mencari jalan keluar. Tapi, berita buruknya, jika tidak cukup banyak yang masuk kelompok ini atau lingkungan betul-betul parah sehingga mematikan semangat mereka, maka biasanya mereka akan berpindah ke kelompok 1 atau malah keluar dari lingkungan itu secara total. Anggota kelompok ini harus bisa saling menyemangati, menambah anggota, dan men-drive lingkungan agar menjadi kondusif buat ruang gerak mereka agar supaya organisasi bisa bertahan hidup.

Untuk bisa menelorkan ide-ide pemecahan masalah, pihak manajemen perusahaan harus bisa memfasilitasi kelompok ketiga agar mereka mulai bergerak. Jika kelompok tiga ini bisa dijaga konsistensinya maka secara perlahan kelompok 2 dan 1 akan terpengaruh dan komposisi kelompok berubah.

Nah, bagaimana perbandingan kelompok ini di organisasi anda? Apakah 70-10-20, atau 70-20-10, atau 80:10:10? atau bagaimana? Cobalah amati kolega di sekeliling anda, dan akan menarik untuk melihat bahwa mereka pasti akan masuk di salah satu 3 kelompok di atas.