PWEP Okayama, 2 Agustus 2009

Seminggu sebelum acara, General Manager WGTT, mas Dodik kirim email, jumlah peserta PWEP (Pelatihan Kewirausahaan & Edukasi Perbankan) yang akan diadakan di Okayama City kali ini membludak hingga mencapai 150-an orang padahal prediksi awal hanya sekitar 120-an. Sebagai akibatnya lokasi seminar terpaksa dipindahkan ke universitas Okayama yg dengan baik hati meminjamkan sebuah ruangan dengan kapasitas 150-an orang. Entah IMM Japan cabang Hiroshima berhasil mempromosikan kegiatan ini dengan baik ataukah informasi dari mulut ke mulut tentang kegiatan WGTT ini sudah menyebar sehingga semakin banyak teman2 kenshusei yang terpacu untuk belajar demi mengubah masa depannya. Saya sangat senang dengan peningkatan ini.
Email itu hanya sempat saya baca di kantor pada waktu istirahat sehingga tidak sempat saya cetak, karena tentu saja saya tidak akan mencetak pamflet seminar di kantor yang tidak ada hubungannya secara langsung dengan seminar itu, walaupun sebenarnya perusahaan boleh dikata diuntungkan dengan tampilnya saya sebagai salah satu presenter di seminar2 WGTT karena saya selalu menyelipkan klip iklan TV di dalam slide materi saya. Iklan gratis buat Mandom 🙂

Karena tidak sempat mencetak peta lokasi baru itulah akhirnya saya kebingungan ketika mencari tempat seminar. Turun dari shinkansen saya naik taksi menuju kampus Okayama University yang ternyata terbagi menjadi beberapa blok dengan dipisahkan jalan besar. Sopir taksi yang tampaknya juga tidak begitu hapal sangat khawatir saya bakalan tersesat dan dengan berat hati meninggalkan saya di depan gedung peringatan 50 tahun universitas itu. Saya menelpon mas Dodik dan akhirnya seorang panitia lokal mas Rizal datang menjemput saya.

Stasiun JR Okayama dari arah belakang

Stasiun JR Okayama dari arah belakang

Saya memasuki ruangan ketika pak Riza, GM Garuda cabang Nagoya sedang presentasi tentang pengetahuan dasar marketing. Di deretan depan duduk pak Firman dari BNI, Mr.Kajiwara dari IMM Okayama, pak Arief Hartawan dari BI, dan pak Ngurah konsul ekonomi dari KJRI. Semua peserta sedang asyik menyimak materi yang dibawakan dengan sangat menarik oleh pak Riza. Ketika sedang asyik menyimak presentasi itu tiba2 seorang peserta seminar mendekat dan menyalami saya, karena tidak ngeh maka saya menyebut nama dan memperkenalkan diri, pada saat itu ybs tertawa ringan dan saat itulah baru saya teringat akan cara tertawa khas itu, tawa seorang teman yang berjuang bersama di rekrut kenshusei di Kendari 10 tahun yg lalu. Tawa itu tidak akan saya lupa karena teman saya yg bernama Taufik itu adalah teman dekat saya selama proses rekrut, pelatihan, hingga berangkat di Jepang. Selama di Cevest beliau menjadi ketua kelas sehingga interaksi kami semakin banyak sebab saya kebetulan ditunjuk menjadi ketua angkatan sehingga setiap saat harus selalu mengkordinasi 4 kelas di angkatan saya itu, dan orang yg terbanyak menemui saya tentu saja ketua di masing-masing kelas.

Karena pak Riza masih presentasi saya memberi isyarat kepada Taufik bahwa nanti cerita akan kami lanjutkan. 

Suasana seminar

Suasana seminar

Sehabis makan siang dan sholat dhuhur sesi siang dilanjutkan dengan dibuka oleh materi pak Arief Hartawan dari BI Tokyo. Sang ekonom satu ini tampak tenang dan santai membawakan materi yang menyerap perhatian peserta karena digabungkan dengan klip2 video hasil wawancara dengan beberapa pengusaha di tanah air, termasuk YDBA (Astra) dan beberapa pengusaha binaan Dompet Dhuafa.

Sehabis pak Arief akhirnya giliran saya tiba. Materi yg telah saya siapkan dgn power point itu saya setting di laptop NEC kecil saya, tapi karena harus menggunakan remote pointer saya agak kewalahan juga. Akhirnya waktu persiapan memakan sekitar 5 menit dan konsentrasi saya buyar sebelum mulai. Presentasi yg saya bawakan tidak semulus ketika di Hiroshima.

Presentasi saya bawakan dalam waktu 1 jam, sekitar 15 menit molor dari waktu yg saya miliki. Walaupun kurang puas dengan hasilnya tapi alhamdulillah bisa beres hingga akhir.

Sehabis acara, Taufik menjemput saya dan 20 menit-an kemudian kami duduk di Mister Donut depan stasiun JR & Shinkansen Okayama. Kami bertukar cerita tentang masa lalu dan saling bercakap tentang keluarga masing-masing. Taufik yang beristrikan orang Jepang sudah memiliki 1 putra dan tampaknya sudah mulai hidup mapan dengan posisi sebagai leader di tempat kerja, sebuah posisi yang tidak mudah dipercayakan kepada orang asing di perusahaan2 UKM di Jepang. Memang tidak mudah menikah dan membangun keluarga dengan orang yg tidak sebangsa dan sekultur tapi saya yakin Taufik pasti bisa karena sedari dulu dia memang orang yang excellent dalam bergaul. Luwes dan punya sopan santun. Obrolan kami akhirnya terpotong karena saya harus mengejar shinkansen jam 7:23.

Saya akhirnya meninggalkan Okayama dengan shinkansen yang melaju dengan ringan dan membawa saya tiba di Shin Kobe dalam 34 menit padahal jarak yg ditempuh sejauh 143 km, yang berarti kami melaju dengan kecepatan sekitar 250km/jam.

Sampai jumpa di PWEP Kyoto, 4 Oktober 2009!

2 comments

  1. Fonda says:

    syukur alhamdulilah ternyata sekarang kenshusei disana lebih terbuka fikiranya, dan dengan adanya acara-acara seperti ini membuat rekan-rekan lebih focus lagi..
    sukses acaranya pak arief..
    btw pak arief angktan berapa yah?
    saya angkatan 73 Lembang.

  2. arif says:

    Saya angkatan 89 mas Fonda. Kalau angkatan saya semuanya dari Bekasi.

%d bloggers like this: