Sakura dan Taepodong

Mendung menggelayut di langit seluruh daerah Kansai pagi ini. Akhir minggu pertama di bulan april tahun ini diharapkan cerah karena bunga sakura mulai bermekaran sehingga acara hanami (hana=bunga, mi=melihat;hanami=melihat bunga) bisa dilakukan. Sayang sekali harapan itu buyar karena hujan rintik2 mulai turun menjelang siang hari walaupun kata berita TV di sebagian wilayah orang2 sudah mulai memenuhi taman2 kota dan menikmati indahnya bunga sakura karena cuaca yg cerah. Kansai rupanya belum kebagian sabtu ini, mungkin besok.
Di sela-sela acara hanami itu, menjelang siang stasiun TV dan pusat monitoring keamanan dalam negeri Jepang sempat dipanikkan oleh sebuah peringatan yang langsung disiarkan oleh hampir semua TV, “MISIL KOREA UTARA DILUNCURKAN!”. Jepang yg jauh2 hari sudah membuat jaringan informasi terintegrasi yg melibatkan 自衛隊 (pasukan pembela diri Jepang) dan seluruh stasiun TV dan Radio di Jepang sontak menjadi sibuk karena peringatan tersebut, walaupun akhirnya ketegangan menjadi surut kembali karena pusat informasi militer Jepang meralat berita itu dengan informasi singkat “誤探知” (false alarm). Sejak kemarin pengamatan terhadap aktifitas militer Korut menjadi intensif karena sesuai pengumuman resmi dari stasiun TV Sentral Korea Utara mereka merencanakan akan meluncurkan sebuah satelit komunikasi pada rentang waktu antara 4 s/d 8 april 2009. Pemerintah Jepang, Korea Selatan, Cina, dan Amerika kontan saja langsung melayangkan protes dan meminta pembatalan. Dari beberapa analisa yg ditayangkan di TV malah mengkhawatirkan bahwa yang akan diluncurkan oleh Korut itu bukannya satelit komunikasi melainkan misil jelajah antar benua TAEPODONG. Beberapa pengamat yakin bahwa saat ini teknologi misil Korut sudah cukup maju sehingga bisa meluncurkan misil taepodong itu untuk menghantam daratan Amerika di seberang lautan. Korea Utara tentu saja menampik habis2an dan tetap berusaha meyakinkan bahwa benda yg sudah berada di landasan luncur itu adalah satelit komunikasi.
Jepang sendiri setelah tidak bisa menemukan bukti bahwa yg diluncurkan itu adalah misil taepodong, tetap ngotot untuk meminta pembatalan peluncuran dan mengancam akan menembak jatuh roket tersebut dengan persenjataan yg mereka miliki. Untuk menunjukkan keseriusan ancaman itu Aegis disiagakan di laut Jepang bersama sebuah kapal induk Amerika dan misil anti misil PAC3 (Patriot Advance Capability) ditaruh di beberapa daerah strategis seperti Akita dan Iwate yang menurut perhitungan di atas kertas akan dilalui oleh misil tersebut jika diluncurkan. Jepang juga tidak mau menanggung resiko jikalau ternyata Pyongyang betul2 meluncurkan ujicoba rudal balistik tersebut lalu gagal dan jatuh di wilayah darat atau perairan Jepang seperti ketika 2 tahun yg lalu Korut gagal dalam ujicobanya dan jatuh di perairan Jepang.
Sebagai orang asing yang tinggal di Jepang, kesal juga melihat tingkah Korut dengan roketnya itu. Walaupun mungkin memang mereka bukan meluncurkan taepodong tapi aktifitas itu sudah merusakkan keindahan acara hanami sakura yang indah di musim semi 2009 ini.