All Night

Malam kemarin tadinya saya sudah berharap bisa pulang cepat ke rumah, istirahat dan menyiapkan diri karena sabtu ini saya harus ikut menemani dua staf HRD untuk update data pegawai Mandom tahun ini. Tapi rupanya saya salah perhitungan.
Hari jumat sore setelah beres kerja saya bergegas mematikan komputer dan mengambil jaket dari lemari. Manajer dan General Manajer HRD bersama beberapa staf sudah mendahului turun ke lantai satu, tapi karena saya sudah janji untuk berangkat bareng dengan seorang staf yg lainnya maka saya menunggu sejenak. Kami akhirnya berangkat bertiga meninggalkan kantor pusat menuju restoran Cina yg terletak beberapa ratus meter. Malam itu kami, staf HRD menghadiri pesta penyambutan resmi yg diadakan oleh kantor pusat Osaka untuk pegawai baru tahun ini. Big boss, Mr.Nishimura Motonobu masuk dalam daftar hadir pesta malam itu.
Acara berlangsung dengan meriah, selain karena jumlah yg cukup banyak yaitu 26 orang (dibandingkan dgn angkatan saya 21 orang), kehadiran big boss yg malam itu berpenampilan cukup funky membuat suasana menjadi hangat. Pesta berakhir sekitar jam 9 malam.
Setelah bubaran pesta, bukannya pulang, Mr.Nishimura malah ngajak main bowling, manajer yg khawatir si mister tumbang karena sudah minum cukup banyak dengan cerdik mengalihkan tujuan ke bar, dengan tujuan walaupun tumbang, paling tidak bukan di tempat umum seperti bowling center sehingga tidak terlalu menarik perhatian. Kami ber-sembilan akhirnya menuju bar langganan Mr.Nishimura yg terletak di daerah Umeda Barat.
Sewaktu di restoran Mr.Nishimura sudah menawarkan untuk menuangkan bir ke gelas saya, yang tentu saja saya tolak dan mengatakan saya tidak minum, waktu itu beliau mengerti dan bertanya “muslim?”, saya hanya mengangguk waktu itu. Rupanya beliau ingin menguji kesungguhan saya ataukah memang sudah mulai mabuk karena kali ini beliau menyodorkan anggur Perancis buatan tahun 1996. Saya hanya menampik dengan halus dan memberi isyarat bahwa saya tidak akan minum. Beliau tampak berkeras sambil berkata dalam bahasa Indonesia “enak, ini enak”. Saya hanya tersenyum sementara 7 orang staf lainnya mulai tidak enak dengan suasana yg sempat dingin itu. Saya tidak perduli dengan keadaan karena memang sudah prinsip saya untuk tidak akan pernah menyentuh alkohol, si mister tetap aja memegang botol anggur dan menunggu saya memegang gelas. Untungnya perhatian beliau jadi teralihkan karena pemilik bar mulai memetik piano dan menyanyi. Beliau tampaknya juga mulai lupa ataukah putus asa karena tidak berhasil memaksa saya minum. Alhamdulillah.
Selewat jam 1 beberapa staf mulai teler, saya sendiri karena ingat harus masuk kerja di hari libur keesokan harinya, sangat berharap bahwa kami akhirnya bisa bubaran dan saya bisa pulang. Tapi harapan kami buyar karena Mr.Nishimura tetap ngotot untuk main bowling, kami akhirnya menuju bowling center yg terletak cuma beberapa menit dari bar.
Saya satu lane dengan manajer Yamada dan big boss, sementara di lane sebelah General Manajer bersama staf lain.
Stamina Mr.Nishimura ternyata mengagumkan, walaupun sudah menenggak bergelas-gelas minuman keras, permainan bolanya masih sangat cantik dengan teknik putarannya. Saya yg tidak begitu fit hanya bermain dengan skor jauh di bawah beliau. Beberapa staf lain bermain cukup bagus walaupun mereka sebenarnya sudah cukup mabuk. Permainan akhirnya berlangsung hingga 3 game karena big boss masih ngotot untuk lanjut.
Kami meninggalkan bowling center sebelum jam 3 subuh. Saya yg sudah kecapekan mengira bahwa sehabis acara bowling kami bisa pulang dan istirahat. Tapi ternyata saya salah lagi karena Mr.Nishimura mengajak lagi untuk minum. “Untuk penyegaran sehabis bowling”, demikian kata beliau. Staf HRD yg lain akhirnya mengikuti kata2 beliau dan beberapa menit kemudian kami duduk berdempetan di sebuah bar di bawah tanah dekat bowling center yg ternyata merupakan langganan beliau.
Kami menghabiskan waktu sekitar dua jam di bar itu, perut saya betul2 kenyang dengan Oolong tea, ginger ale dan coca-cola. Mr.Nishimura banyak berbicara tentang filosofi perusahaan dan sepak terjang Mandom di Indonesia. Saya yg sudah sangat capek dengan susah payah melayani percakapan beliau. Staf yg lain juga sudah mulai tampak kepayahan sementara si big boss belum menunjukkan tanda2 kecapekan.
Subuh sudah menjelang ketika saya kecapekan duduk di taksi menuju rumah.Setelah menunaikan kewajiban subuh, saya tertidur beberapa jam sebelum berangkat ke kantor.
Akibatnya, saya telat 2 jam setengah dari jadwal kantor. Ketika saya memindai kartu pegawai dan memasukkan password di pengaman pintu kantor jam sudah menunjukkan pukul 11.40 siang.

3 comments

  1. d4ruma says:

    Hebat ya bisa nemenin boss main bowling. Orang Indonesia lagi! Lain kesempatan bagi-bagi dong tips-nya untuk sukses kerja di Jepang. Perasaan yang namanya gaijin susah deh buat step up diperusahaan Jepang (di Jepang). Dari pengalaman kerja selama 1 tahun di Jepang ini, kalau mau sukses musti pintar bahasa Jepang, pintar bicara, pintar mengajukan pendapat, ide, kerja keras, dan inovasi.

    Mas Arif, punya tips nggak biar bisa itu kanji nempel di ingatan? perasaan kok itu kanji numpang lewat saja ke kepala saya.

    Salam

  2. arif says:

    Untuk belajar kanji sebenarnya tergantung orangnya saja mas, ada banyak metode untuk belajar, ada pake kartu kecil, Nintendo DS, menulis berkali-kali, dll. Intinya ada timbulkan dulu keinginan untuk belajar. Kalau ada keinginan yg kuat maka insya Allah akan ketemu cara yg cocok. Ganbatte ne…

  3. Andhy says:

    Salam kenal, nama saya Andhy. Sempat kerja di mandom Indonesia dari 2003-2007, di bagian Product Development. Salah satu kebiasaan (budaya? Mandom DNA?) adalah seperti yg mas Arif ceritakan di atas. Di satu sisi, kita ingin menghormati bos Jepang. Di lain sisi, kita wajib “menghormati” aturan-NYA. Alhamdulillah, selama bekerja di MID, saya tetap memilih “menghormati” aturan-NYA.

%d bloggers like this: