Osaka Beres!

Memakan waktu 4 hari untuk melayani sekitar 1200-an pendaftar acara open house Mandom Corporation. 1200-an ini ditambah 700-an di Tokyo adalah peserta yang dipilih dari lebih 5000 pendaftar secara online dari seluruh universitas di seluruh Jepang. Walaupun peserta berlipat 2 kali dibanding ketika di Tokyo, pengadaan kegiatan rutin tahunan ini lebih mudah dilakukan di Osaka, selain karena fasilitas gedung yg tentu saja sangat memadai karena kegiatan kami adakan di kantor pusat Mandom, staf HRD yg lain bisa juga kami tarik untuk membantu karena cukup turun ke lantai 1 dan 2 untuk ikut serta.

Pertanyaan calon2 sarjana S1/S2/S3 yg ikut dalam kegiatan ini agak berbeda dengan mereka yg ikut di Tokyo. Untuk peserta2 di Tokyo mereka lebih banyak bertanya untuk mencari tahu apa sebenarnya isi dalam Mandom corporation, mulai dari filosofi perusahaan, pandangan karyawan2nya terhadap perusahaan, atau sejarah2 tentang perusahaan yg tahun ini genap berusia 82 tahun ini. Sementara itu, di Osaka, peserta lebih banyak bertanya tentang suasana kerja, visi karyawan, tingkat kesejahteraan, dan bahkan ada yg nekat bertanya berapa jumlah karyawan baru yg akan diterima tahun ini. Mungkin karena Mandom Corporation sudah cukup dikenal di daerah Kansai, maka pertanyaan lebih berpusat pada keadaan riil sehari-hari. Khas orang Kansai, tanpa basa-basi.

Kalau di Tokyo di keseluruhan kegiatan saya selalu ikut menjawab pertanyaan2 di sesi dialog, di Osaka satu hari pertama saya tidak bisa beranjak dari meja kerja karena pekerjaan di divisi HRM (Human Resource Management) tidak bisa ditinggalkan. Baru setelah pekerjaan y menyangkut mutasi pegawai itu beres, saya bisa ikut serta. Dan tak lupa saya selalu menyapa dan memperkenalkan diri dengan salam dalam bahasa Indonesia. Cukup menyenangkan melihat wajah2 kaget dan bingung dari ratusan peserta yg mungkin tidak menyangka bahwa akan ada orang asing yg ikut dalam kegiatan rekruitmen di perusahaan Jepang seperti Mandom Corporation. Apalagi selama menyambut mereka di lantai satu, saya selalu membalik papan nama saya agar tak terlihat, lihat papan nama yg tak tertulis dengan kanji saja mereka sudah akan bisa menebak, tapi kalau dari wajah masih banyak yg seringkali tertipu. Senior saya dan asisten manajer yg orang Kansai dan pada dasarnya suka guyon sangat menikmati cairnya suasana yg semula sempat kaku selama 1 jam pertama. Sempat pernah saya perhatikan seorang peserta menganga saking terkejutnya, mungkin ybs sama sekali tidak menyangka kalau saya orang asing sehingga ketika saya menyapa dalam bahasa yg tak mereka mengerti baru tersadar kalau saya bukan orang yg sama dengan mereka.

Hasil ujian peserta di Osaka secara rata2 yg saya amati secara sekilas, lebih rendah dibanding mereka yg di Tokyo. Mungkin karena jumlah peserta yg banyak sehingga jumlah peserta yg mencatatkan nilai rendah juga terlihat lebih banyak dibanding yg di Tokyo. Tapi yg jelas, peserta yg dicoret karena memperlihatkan tingkah laku yg tidak memiliki akhlak baik seperti tidur, main HP, curang, dll, jumlahnya lebih sedikit dibanding yg di Tokyo. Kami agak kesulitan memonitor karena pserta yg mencapai 150 per-sesi, karena hanya ada saya dan senior saya yg mengamati secara langsung tingkah laku mereka.

Selama kegiatan berlangsung beberapa mahasiswa asing dari Cina, Hongkong, dan Korea sempat datang bertanya secara perorangan dan bertanya-tanya tentang bagaimana saya bisa lolos seleksi. Sekali-kali ada juga mahasiswa Jepang yg penasaran ingin tahu tentang seberapa besar dan seberapa terkenalnya Mandom di Indonesia atau apakah betul produk2nya seperti Gatsby, dll adalah produk2 yg banyak disukai konsumen di Indonesia. Saya hanya menjawab secara umum dan meyakinkan bahwa Mandom memang perusahaan yg cukup diperhitungkan di kancah per-kosmetikan di Indonesia, bukan hanya Gatsby tapi juga dgn Pixy, Pucelle, Lovillea, dll.

Sesi terakhir di hari terakhir ditutup dengan jumlah peserta 146 orang dari kapasitas maksimum yg kami siapkan sebanyak 150 orang per sesi. Cukup menarik juga kegiatan seperti ini karena mengingatkan akan perjuangan saya 2 tahun yg lalu ketika saya berada di posisi mereka.

Alhamdulillahi rabbil alamin.