QC

Minggu depan liburan musim panas akan dimulai. Bulan ini diawali dengan tahap selanjutnya dari proses training yang saya jalani. Sejak tanggal 1 lalu saya masuk ke departemen Quality Control di Fukuzaki Factory. Hari pertama dimulai dengan tutoring one-to-one oleh manajer QC yang bertanggung jawab atas kontrol kualitas seluruh produk Mandom Japan, baik yang dipasarkan di dalam negeri maupun yang diekspor ke Korea, Hongkong, Taiwan, dan beberapa negara lain. Orangnya berpenampilan sederhana dan kalem, rasa seriusnya dihiasi dengan sense of humor yang unik. Saking こだわり (punya selera tinggi)-nya akan pekerjaan, beliau membuatkan jadwal training untuk saya selama 1 bulan ini dengan excel, lengkap dengan jam dan penanggung jawab di setiap sesinya. Beliau juga menyengajakan mencharter ruang rapat di salah satu gedung untuk memberikan penjelasan tentang departemen dan materi pekerjaan yang beliau tangani, padahal hanya ada saya dan dia yang duduk di ruangan itu 🙂

Sebagai perusahaan kosmetik dan toiletris ternama, perusahaan kami memang tidak main-main dengan quality control, kalau anda pernah membeli hair wax seperti moving rubber-nya Gatsby dan memperhatikan kemasannya maka anda akan lihat bagaimana presisi posisi sudut-sudut desain yang begitu detail di kemasan tersebut. Dari proses pembuatan hingga produk berderet di toko, semua diawasi dengan mata tajam. Diproses finishing, sebuah produk akan dikategorikan cacat hanya karena mata potong plastik bening pembungkus kotak produk berada pada posisi yang sulit dicengkram dengan ujung jari. Setiap hari ada ratusan produk yang dibungkus ulang hanya karena posisi plastik yang miring lebih dari yang ditetapkan, dan yang paling hebat adalah bahwa sebagian dari proses cek itu dilakukan oleh mata manusia, tidak 100% mesin!

Pada saat mengaduk-aduk bahan-bahan hasil olahan produk di gelas laboratorium, kadang2 saya teringat pada kegiatan percobaan di lab kimia di pesantren atau lab kimia di BPG Pettarani Makassar dulu. Kala SMU, pelajaran kimia adalah kelemahan saya karena pada saat2 seharusnya saya belajar dasar ilmu itu di kelas 1 SMU, saya jatuh sakit sehingga tidak bisa mengikuti kelas dengan baik. Di antara deretan ilmu2 eksak, kimialah yang mungkin satu2nya tidak pernah melewati angka 7 di rapor saya. Itulah sebabnya tidak terbayangkan bahwa saya akan bekerja di sebuah perusahaan kosmetik & toiletris seperti Mandom ini. Tapi itulah takdir Allah.

Proses training tahap ini tidak sebosan sewaktu di proses produksi karena selain di laboratorium, setiap siang saya ikut dengan asisten manajer QC ke gudang utama Mandom untuk memeriksa produk2 yang masuk. Walaupun matahari musim panas memanggang selama 10 menit perjalanan dengan mobil, tapi berdiri dan menatap ribuan karton yang memenuhi gudang otomatis itu mendatangkan perasaan yang unik tapi menyenangkan. Di antara karton-karton itu, karton bertuliskan CIBITUNG-INDONESIA cukup memenuhi pandangan. Mandom Japan memang mengimpor beberapa item jadi dari Mandom Indonesia selain botol2 plastik dan bahan baku. Jadi kalau anda berada di Jepang, dengan membeli produk2 Mandom berupa Gatsby, dll maka sama saja dengan membuat lapangan kerja buat saudara2 kita di tanah air. Cobain deh lihat di kemasan2 facial wash atau hair foam merek Gatsby, maka anda akan lihat MADE IN INDONESIA di kemasannya. Beli ya 🙂

Gatsby

Ini salah satu produk yang banyak didatangkan dari Indonesia

Kalau yang ini hampir 100% diimpor dari tanah air kita

Sorry ya jadi sekalian iklan 🙂

14 comments

  1. Yongkie says:

    Siang pak Arif, mau nanya nih pak, kalau mau beli moving rubber di indonesia cari dimana ya? seandainya mau mesen langsung dari jepang, kira kira hubungi siapa ya pak? thanks in advance

  2. arif says:

    Pak Yongkie, moving rubber belum dipasarkan di Indonesia. Tapi ditunggu saja ya pak, menurut bisik-bisik yang beredar, Mandom Indonesia sedang menjajaki pasar untuk produk yang fantastis ini. Kalau misalnya ada keluangan jalan2 ke Hongkong, coba cari2 di toko2 kosmetik di sana. Untuk membelinya dari Indonesia silakan cari di ebay. Makasih.

  3. azis says:

    MERDEKA !!!
    Salam kenal Mas Arif dari saya Azis. Maaf mas ngrepoti dikit, mau tanya ni. Kalo di Jepang itu untuk buat kartu kredit semacam VISA atau MASTERCARD gimana caranya? Apakah Yubin atau Ginko melayani?
    makasih ya Mas atas waktu yg diluangkan.
    17 Agustus 1945 – 2008 – selamanya
    MERDEKA !!!

  4. Yongkie says:

    Siang pak Arif, seandainya saya mau mesen buat dijual ke temen temen di indonesia, prosesnya ribet ga yah pak? makasih sebelumnya 🙂

  5. rein says:

    dear mas arif,

    mas kalo mau kirim email ke mas arif gimana… di 2 web ini ga ada contact us atau about me nya.. thanks.. sy tunggu responnya..

  6. Setiawan says:

    pak arif, kira kira kapan PT MANDOM akan melepas GATSBY MOVING RUBBER DI Indonesia..karena sampai sekarang saya tidak dapat menemukan sama sekali MOVING RUBBER DI Surabaya..dan lagi terakhir kali dengar di Jakarta di FOODHALL pernah ada MOVING RUBBER tpnya ditarik oleh BPOM..jadi bagaimana solusinya pak??
    terima kasih..

    • arif says:

      Sampai saat ini Moving Rubber belum diproduksi dan dipasarkan di Indonesia. Ada banyak penyebab yg tentunya tidak bisa kami beberkan di sini, karena menyangkut rahasia perusahaan dan taktik pemasaran perusahaan. Adapun ttg ditariknya MR dari FoodHall, saya sendiri tidak tahu detail informasinya tapi saya yakin itu bukan karena MR tidak memenuhi syarat BPOM melainkan karena memang BPOM melakukan larangan impor kepada produk makanan, obat, dan kosmetik sehubungan dengan kasus kandungan melamin pada susu impor dari Cina. Produk MR ini diproduksi dengan pengawasan mutu yg ekstra ketat di pabrik dengan teknologi canggih kami di Jepang, jangankan isinya, kemasannya saja harus melewati screening berkali-kali sebelum lolos ke pasar.

      Sementara ini untuk memperoleh MR silakan coba beli lewat eBay Singapore atau klo ada teman yg jalan2 ke Malaysia, Singapore, Hongkong, Taiwan, Korea, Cina, dll minta tolong beli.

      Terima kasih atas komentarnya, suara anda akan kami perhatikan dan jadikan sebagai salah satu bahan masukan di perusahaan.

  7. jury says:

    pak aq kerja di gatsby. apaka kalo ada karyawan yg di rawat di rumah sakit selama sebulang dia ga nerima gaji ya.apaka perundang undangan kantor gitu ya

    aq kerja di asia paramita indah makassar

    • arif says:

      Pak Jury,
      Sekedar meluruskan ya, API (Asia Paramitha Indah) itu rekan kerja Mandom Indonesia, tapi bukan bagian dari Mandom Grup 🙂 (saya secara pribadi tetap menganggap semua orang yg bekerja untuk kepentingan Mandom Grup sebagai bagian dari keluarga besar Mandom).
      Kalau tentang undang-undang ketenagakerjaan Indonesia, sayang sekali saya juga belum begitu paham karena pekerjaan saya berhubungan dengan UU ketenagakerjaan di Jepang (saya di Mandom pusat Jepang, bukan Mandom Indonesia). Tapi secara garis besarnya saya bisa yakinkan bahwa API akan memutuskan sebuah penyelesaian berdasarkan peraturan perusahaan yang dibuat dalam koridor undang-undang ketenagakerjaan yg berlaku di negara kita.
      Sekedar pengetahuan, di Jepang (saya tidak tahu apakah sama di Indonesia tapi mungkin ada banyak kesamaan pada prinsipnya), perlakuan terhadap pegawai yang beristirahat lama karena menderita sakit dibedakan berdasarkan :
      1. Status pegawai (pegawai tetap/kontrak/outsourcing)
      2. Lamanya pegawai itu mengabdi di perusahaan (seberapa besar pegawai itu sudah berjasa pada perusahaan menjadi faktor penentu pada saat pengambilan keputusan)
      3. Jenis sakit (perkiraan apakah sembuh dalam waktu dekat atau tidak)
      4. Dll (tergantung perusahaan)

      Kalau tentang gaji pegawai ketika istirahat karena sakit di Jepang (bukan DI INDONESIA) :
      1. Gaji bulan terakhir masuk kerja dibayar penuh (peraturan pemerintah Jepang)
      2. Jatah libur akan dipakai untuk menutupi absen (selama jatah libur masih ada maka gaji bulan itu tetap diterima)
      3. Jika jatah libur habis maka GAJI TIDAK AKAN DIBAYAR LAGI (prinsipnya NO WORK, NO PAY)
      4. Jika ybs beristirahat lebih dari “x” bulan, maka otomatis akan dianggap mengundurkan diri dari pekerjaan sehingga bisa diberhentikan setelah diberikan hak-haknya (nilai “x” bisa cek di perusahaan).

      Kelebihannya kalau di Jepang, semua pegawai swasta membayar asuransi ketenagakerjaan yang dikelola oleh pemerintah. Iuran itu dipakai sebagai safety network(jaring pengaman) yg tugasnya adalah memberi tunjangan pada pesertanya ketika tidak memperoleh penghasilan (pada posisi nomor 3 di atas), walaupun jumlahnya tidak 100% tapi cukup besar untuk menjamin ybs tetap berpenghasilan dan bisa menghidup diri (dan keluarga).
      Kalau di Mandom Jepang sendiri, di dalam perusahaan ada koperasi pegawai. Koperasi ini memperoleh penghasilan dari iuran anggota yg dipotong dari gaji pegawai dan dari kas perusahaan. Salah satu fungsinya adalah menambahkan kekurangan tunjangan yg diberikan oleh Depnaker Jepang (lihat penjelasan di atas) sehingga total tunjangan yg diterima selama sakit menjadi 100% gaji.
      Sayang sekali di negara kita, asuransi tenaga kerja belum berfungsi seperti di Jepang, sehingga ketika seorang pegawai swasta sakit dan tidak bisa masuk kerja maka penghasilan menjadi hilang total (prinsip NO WORK NO PAY).
      Bagaimana caranya supaya Depnaker Indonesia kita bisa berfungsi seperti di Jepang? Pilihlah wakil rakyat dan pemimpin bangsa yg cerdas dan amanah…hehehe…sori ya jadi kayak kampanye.
      Semoga cepat sembuh dan bisa kembali bekerja.
      Salam Gatsby!

      *) Segala isi komentar ini adalah hasil pengamatan dan tela’ah pribadi saya, sama sekali tidak mencerminkan kebijaksanaan perusahaan Mandom Corporation ataupun PT. Mandom Indonesia, Tbk.

  8. heri says:

    Bisa bantu pembelian moving rubber dlm qty yg lumayan pak ?

  9. johan says:

    hi mas arif..
    Saya punya adik.Dia sudah kembali kenegeri dengan melapor diri di bulan 3 tahun ini.
    Dia sempatkan magag IMM selama 3 tahun kurang 2 minggu.Dan illegal selama hampir 5 tahun.
    Sebelum dia pulang dia pergi ke syakusho dan minta permohonan untuk urus nenkin.
    Dan pihak syakusho dan menanyakan tentang nenkin dia selama magang.Dari syakusho sudah mencheck keberadaan nenkin tersebut dan boleh diurus setelah kembali keindonesia.Kemudian pihak syakusho memberikan formulir dan beberapa persyaratan.

    Sesuai persyaratan tertulis dan cara pengisian formulir dalam bentuk bahasa indonesia.Sehingga adik saya dengan mudah mengisi formulir tersebut dan dikirm ke Nenkin Centre.Namun hingga saat ini dia belum menerima transferan nenkin tersebut.Apakah ada peraturan baru atau dengan keberadaan illegal tidak di perbolehkan mendapatkan nenkin tersebut?Terkirim dibulan 4 tahun 2009.

    Warm

    Johan

  10. arianto says:

    Assalamu Alaikum Mas Arif, Saya Arianto mantan kensusei jepang, setelah pulang dari jepang saya urus barang antik. dan saya ketemu SAMURAI JEPANG DENGAN AKSESORISNYA. Di SAMURAI itu ada gambar Matahari. bintang 9 juga gunung dan bendera Jepang. saya kirim ini karena pernah liat acara jepang di siaran TOKYO TEREBI tentang pembelian barang antik. kalo mas arif bisa urus nanti saya kirim fotonya. ini nomor hp saya 081341054275. ddisamuari itu tertulis tahun 1817 dan masih ada huruf kanji serta sertifikat nya. balas cepat saya jual 150M. mohon petunjuk kalo bisa di urus. sebelumnya terima kasih

  11. ibnu angkt89 says:

    ada gak sih rif program kejepang lagi/cara bisa kerja dijepang.sms ya ke 081310670589

%d bloggers like this: