Archive for August 2008

Ramadhan ラマダン

Marhaban ya ramadhan, ラマダンようこそ。

明日から断食。5年ぶりの社会人のラマダンので、少し不安が抱えている。学生時代勝手に休み取れたので、断食中にしんどかったら学校休んだこともあったが、今会社員としてそれは無理だ。明日から会社の実習内容は「仕上げ」に進行するから、ある程度体力が必要と予測している。しかし、どんな大変でも8年前始めて日本にきたとききっとましだと自分に言い返す。最初の一週間はさすがにまだ慣れていないので、おそらく大変であろうが、2週目以降はそんなに感じないと思う。しかも、大変であればあるほど欲望の抑制の訓練である断食の効果は増すであることは間違いない。

神戸にいる時にモスクが近くて、ポートライナーに乗ったら20分たどり着くけど、姫路は2時間もかかるから、おそらく今年は週末しかモスクに行くことができない。残念だが、仕方ないわ。ラマダンのタラウェーはやはり家で家族と一番多いだろうから、他のムスリムと一緒にお祈りあの不思議な雰囲気は味わうことは少ない。タラウェーはもともとジャマーア(大勢の人間)でするお祈りから、家族だけするのはかなり寂しいと感じている。こんなときは、インドネシアに居たらいいなと思う。

明日からレバランを楽しみながら断食をして、自分の魂と信仰が生まれ変わることができるように頑張ります。

ちなみに、下記はレバランの前日に行うタクビーランと言って、ALLAH神様の偉大さを告げ続けること。

目を閉じて心で聴いてみて下さい。きっと不思議でいい気持ちがなってくるはず。

A summer without fireworks

Living in a small city like Himeji is a pleasant one except for the distance, everything is far enough that we have to use car to go to some place. It is not that I hate driving but I will prefer to walk to the destination rather than driving. Fireworks is one example.

Summer without enjoying fireworks (we say 花火=hanabi in japanese or “kembang api” in Indonesian language) in Japan is really lonely. Today has been the middle of august and I couldn’t arrange any outgoing with family to watch such a magnificent  view.

Last year we live near Kobe Port and only take 15 minutes walking to the beach opposite to the Meriken Park where the fireworks party held. Aisha enjoyed very much the scene when thousands of fires bloomed in the night sky of Kobe City. This year our son Adnan couldn’t watch such a thing in the first time of his life. Zannen deshita.

Maybe tomorrow night we will have our own fireworks down the park next to our apartment building since we will have a visit from a colleague, a physican student from Kobe Univ, with his wife and little boy.

I hope some places near to us will have fireworks before the summer end so our family can enjoy the summer better.

QC

Minggu depan liburan musim panas akan dimulai. Bulan ini diawali dengan tahap selanjutnya dari proses training yang saya jalani. Sejak tanggal 1 lalu saya masuk ke departemen Quality Control di Fukuzaki Factory. Hari pertama dimulai dengan tutoring one-to-one oleh manajer QC yang bertanggung jawab atas kontrol kualitas seluruh produk Mandom Japan, baik yang dipasarkan di dalam negeri maupun yang diekspor ke Korea, Hongkong, Taiwan, dan beberapa negara lain. Orangnya berpenampilan sederhana dan kalem, rasa seriusnya dihiasi dengan sense of humor yang unik. Saking こだわり (punya selera tinggi)-nya akan pekerjaan, beliau membuatkan jadwal training untuk saya selama 1 bulan ini dengan excel, lengkap dengan jam dan penanggung jawab di setiap sesinya. Beliau juga menyengajakan mencharter ruang rapat di salah satu gedung untuk memberikan penjelasan tentang departemen dan materi pekerjaan yang beliau tangani, padahal hanya ada saya dan dia yang duduk di ruangan itu 🙂

Sebagai perusahaan kosmetik dan toiletris ternama, perusahaan kami memang tidak main-main dengan quality control, kalau anda pernah membeli hair wax seperti moving rubber-nya Gatsby dan memperhatikan kemasannya maka anda akan lihat bagaimana presisi posisi sudut-sudut desain yang begitu detail di kemasan tersebut. Dari proses pembuatan hingga produk berderet di toko, semua diawasi dengan mata tajam. Diproses finishing, sebuah produk akan dikategorikan cacat hanya karena mata potong plastik bening pembungkus kotak produk berada pada posisi yang sulit dicengkram dengan ujung jari. Setiap hari ada ratusan produk yang dibungkus ulang hanya karena posisi plastik yang miring lebih dari yang ditetapkan, dan yang paling hebat adalah bahwa sebagian dari proses cek itu dilakukan oleh mata manusia, tidak 100% mesin!

Pada saat mengaduk-aduk bahan-bahan hasil olahan produk di gelas laboratorium, kadang2 saya teringat pada kegiatan percobaan di lab kimia di pesantren atau lab kimia di BPG Pettarani Makassar dulu. Kala SMU, pelajaran kimia adalah kelemahan saya karena pada saat2 seharusnya saya belajar dasar ilmu itu di kelas 1 SMU, saya jatuh sakit sehingga tidak bisa mengikuti kelas dengan baik. Di antara deretan ilmu2 eksak, kimialah yang mungkin satu2nya tidak pernah melewati angka 7 di rapor saya. Itulah sebabnya tidak terbayangkan bahwa saya akan bekerja di sebuah perusahaan kosmetik & toiletris seperti Mandom ini. Tapi itulah takdir Allah.

Proses training tahap ini tidak sebosan sewaktu di proses produksi karena selain di laboratorium, setiap siang saya ikut dengan asisten manajer QC ke gudang utama Mandom untuk memeriksa produk2 yang masuk. Walaupun matahari musim panas memanggang selama 10 menit perjalanan dengan mobil, tapi berdiri dan menatap ribuan karton yang memenuhi gudang otomatis itu mendatangkan perasaan yang unik tapi menyenangkan. Di antara karton-karton itu, karton bertuliskan CIBITUNG-INDONESIA cukup memenuhi pandangan. Mandom Japan memang mengimpor beberapa item jadi dari Mandom Indonesia selain botol2 plastik dan bahan baku. Jadi kalau anda berada di Jepang, dengan membeli produk2 Mandom berupa Gatsby, dll maka sama saja dengan membuat lapangan kerja buat saudara2 kita di tanah air. Cobain deh lihat di kemasan2 facial wash atau hair foam merek Gatsby, maka anda akan lihat MADE IN INDONESIA di kemasannya. Beli ya 🙂

Gatsby

Ini salah satu produk yang banyak didatangkan dari Indonesia

Kalau yang ini hampir 100% diimpor dari tanah air kita

Sorry ya jadi sekalian iklan 🙂