Archive for July 2008

Share a vision

It is hard when you have vision while the people among you can’t share the same thing. This is what I face for a couple of months for now. I was a lonely hardworker who used to build dreams and take actions to achieve goals, I used to spent nights facing my computer to build a system or a business plan. I was doing greatly because I mostly work alone without restriction of doables and not-doables, the reason I am in the company I work now is because I want to grow up bigger and spread the wings to the limit of mine.

So here I am, among people who can’t speak my languages contrary to the fact that I speak them with their own language. But even I can make jokes and deliver a presentantion in front of them in their language, I still have obstacles when I have to speak about vision of mine. The vision about a company which misteriously I like so much, not because I like the salary they give me, but because there is something deeply in my heart make me sure that this is where my destiny will be created.

Our company is not as big as P&G and even only have 1/5 of Shiseido Cosmetics, but we have an old history which last for 80 years this year. Our company managed to survive the wildest business climate in the world, Japan. A country where claim will be delivered only because the customer find a piece of hair attached to the outer cover of the products. A country where 1000 companies plead for bankrupcy every month but then create more than that in the same month. And we are start to having difficult time just like others in this long crisis time.

I just have a dream that my company can survive this crisis time by reforming the IT technology being used in all aspects, production, marketing, management, etc. But it is very hard to explain things that only exists in your head. So here I am, wasting hours to draw a flow chart, make a bunch of explanations with a language that I started to learn 8 years ago. I will have to keep insisting until the old fashioned guy in the Information Center willing to hear this idea. My first email is 4 weeks now and still no answer, although the assistant to director always tell me that they are still discussing the matter. I will probably loose much by being persistent with my idea, but I still believe that I will be able to share this vision. Not only for me, but also for this company, because I love this company.

Awal Juli.

Hari kelima bulan Juli. Akhir minggu seperti ini kadang2 kami sekeluarga hanya lalui dengan santai dan berdiam di rumah, kadang2 juga keluar dan berkendara hingga ke Kobe. Pekan ini masih belum ada rencana.

Di pabrik, saya akhirnya minta lompat dari jadwal yang telah dibuatkan oleh Mizuno-san, wakil kepala pabrik. Pabrik no.2 yang seharusnya saya training-i hingga akhir bulan ini saya minta untuk disingkat menjadi 2 minggu, dan pabrik 3 yang seharusnya beres bulan depan disingkat menjadi kurang dari dua minggu dan sudah beres sejak minggu lalu. Selama satu minggu ini saya full di kantor bagian produksi merancang sistem inventaris kontainer sewaan. Akhirnya jumat kemarin beres fungsi2 utamanya dan hanya perlu menambahkan fitur2 dan aksesoris. Pada saat diaplikasikan masih akan perlu penyesuaian karena sistem database yang dipakai di intranet perusahaan berbeda dengan sistem database yang saya pakai untuk merancang sistem tersebut.

Hari kamis lalu kabag personalia dari kantor pusat datang. Beliau khawatir dengan perkembangan training, rancangan edukasi, dan rencana karir saya setelah Mizuno-san menyampaikan unek2 yang saya kemukakan. Beliau ternyata khawatir dengan pernyataan saya yang ingin tetap di Jepang hingga bisa mendapat status permanent resident. Rupanya orang2 di pusat khawatir kalau saya menolak kalau ditempatkan di Indonesia sebelum mendapat status tersebut dan malah memilih berhenti dari Mandom kalau keinginan tidak terkabul. Menurut Kabag, bahasan itu sempat sampai di telinga orang2 jajaran atas dan berkembang menjadi pembicaraan hangat di bagian personalia. Saya hanya senyum dan meyakinkan bahwa saya akan menyampingkan urusan pribadi kalau hal tersebut menjadi hal yang tak menguntungkan bagi perusahaan.

Sebagai hasil dari pembicaraan itu akhirnya Kabag meminta saya untuk membuat semacam rancangan karir yang ingin saya jalani, mulai dari angka tahun hingga detail bagian pekerjaan yang ingin saya lakukan sebelum akhirnya landing di Mandom Indonesia. Beliau menjabat tangan saya erat2 ketika saya meminta diri untuk kembali ke kantor.