Tahap 1 Selesai

Tak terasa sudah penghujung bulan mei yang menandai bakal berakhirnya masa training saya di pabrik no.1 Mandom di Fukuzaki, Hyogo. 2 minggu pertama saya betul-betul tak diberi kesempatan untuk bekerja beneran, sepanjang hari saya cuma diminta untuk berdiri di samping karyawan di bagian produksi. Mandor lapangan yang ditugasi menemani masa training saya di pabrik tertua di antara 4 blok pusat produksi Mandom itu, selalu khawatir kalau-kalau saya kecapekan dan takut dimarahi oleh atasan. Sampai akhirnya saya jadi bosan dan menghadap ke Asisten Direktur di pabrik. Kepada beliau saya meminta agar saya diberi kesempatan untuk betul-betul bermanfaat kepada perusahaan, saya utarakan keengganan penanggung jawab site untuk membiarkan saya bekerja dengan otot karena menurut mereka nanti juga saya tidak akan melakukan pekerjaan itu, jadi tidak perlu mempelajari dan melakukannya secara penuh. Asisten direktur itu manggut2 dan berjanji akan melakukan sesuatu.

Sebagai hasil dari negosiasi itu akhirnya mandor lapangan mulai membiarkan saya betul2 bekerja bersama staf dan karyawan kontrak di mesin2 yang memproduksi moving rubber. Menuangkan bahan-bahan wax, mengukur bahan campuran, mengangkut bahan, dll yang membuat otot-otot saya terlatih kembali. Tapi saking baiknya, sang mandor selalu memilihkan saya beban2 yg ringan untuk dikerjakan, setiap kali ada yg berat maka ia yang selalu mengambil alih. Kalaupun ingin menyuruh mengangkat yang berat maka ia akan bertanya “apakah tidak apa-apa?”, dan meminta maaf karena sudah menyuruh mengerjakan yang berat. Menurut beliau, sekarang kepala bagian malah memarahinya kalau saya dibiarkan bengong karena kabag itu juga tampaknya telah diberi arahan oleh asisten direktur. Dalam hati saya kasihan juga karena mandor lapangan yang baik hati bernama Nakamura-san itu menjadi sasaran teguran dari atasan gara-gara saya.

Besok adalah hari terakhir di pabrik no.1 satu, selanjutnya saya ditugaskan masuk di pabrik no.2 mulai bulan depan untuk mempelajari proses2 produksi produk yang menggunakan aerosol. Menurut bagian informasi pabrik, perusahaan kosmetik yang memproduksi sendiri aerosolnya di Jepang ini hanya Mandom-lah satu-satunya, itulah sebabnya harga produk Mandom yg memakai aerosol, relatif lebih murah dibanding pesaing2nya.

Capek juga karena harus belajar berbagai hal dalam waktu yg cukup singkat, tapi karena saya berkesempatan untuk menemukan hal-hal baru dan menemui orang2 baru di pusat2 produksi, maka ada perasaan menyenangkan dan mendebarkan. Tanoshimi ni shite imasu.

3 comments

  1. andi says:

    saking sibuknya, blog-nya diterlantarkan euiy ,,,,

  2. Herry says:

    Siang Pak, maaf saya ingin tanya apakah bapak tahu di jakarta toko mana yg jual susu morinaga yg asli dari jepang untuk anak usia dibawah 1 tahun. atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

  3. Shunichirou says:

    wah, ternyata orang jepang juga bisa menghargai warga asing ya?

    selamat dan sukses untuk mas arif dengan pekerjaannya 🙂

%d bloggers like this: