Kaki, makanan kesukaan kami

Udara mulai dingin, perkiraan cuaca di TV juga sudah mulai memperlihatkan gambar2 yuki darma di bagian atas kepulauan Jepang. Besok hujan katanya.

Musim gugur kali ini adalah yang ketujuh sejak pertama kali saya datang ke Jepang tahun 2000 lalu. Musim gugur tahun 2003 tidak saya jalani di Jepang karena waktu itu saya harus pulang ke Indonesia sebab masa kenshu habis di bulan Agustus tahun 2003.

Pada musim ini biasanya acara TV banyak dihiasi oleh acara2 masakan dgn tema 秋の味覚 (aki no mikaku) atau Cita Rasa Musim Gugur. Pada bulan2 ini juga makanan kesukaan kami sekeluarga yaitu 牡蛎 (kaki=oyster=kerang) muncul di kios ikan di Itayado atau DAIE dekat apartemen kami. Kerang ini sangat lezat kalau ditempura, atau dibuat kaki miso siru (sup miso kerang), atau kalau yang masih segar malah paling enak disantap mentah dengan diperciki air jeruk nipis, mmmhhh…….

Kadang2 saya sering berandai-andai bahwa air perairan pantai di Indonesia juga bisa bersih seperti di Jepang sehingga kerang juga bisa diternakkan. Dulu sebelum tahu, saya sering bertanya-tanya kenapa di Indonesia kerang jenis ini tidak diternakkan, padahal daerah kepulauan Indonesia yang konon pulaunya berjumlah 18.103 buah adalah daerah yang sangat berpotensi untuk pengembangan kerang. Belakangan saya baru tahu bahwa ternyata kerang yang sangat lezat itu malah bisa menjadi sumber malapetaka kalau diternakkan di perairan yang air lautnya terkontaminasi oleh polusi. Sebab, kerang yang hidupnya menetap di satu tempat (menempel di tali rakit) akan menyerap dan mensarikan polusi yang terkandung di air laut sehingga bukannya menjadi makanan yang menyehatkan, malah akan menjadi sumber penyakit.

Beternak kerang ini sebenarnya tidak susah. Di bawah ini saya terjemahkan beberapa poin2 inti tentang beternak kerang yang ditulis oleh sebuah perusahaan perikanan bernama Okamoto ( http://www.nn.iij4u.or.jp/~ookatou/net602/y220.htm ) :

————————————–

Metode Ternak Kerang

1. Peralatan Yang Dibutuhkan

Pada dasarnya dibutuhkan 4 alat utama yaitu bahan/alat tempat kerang menempel (berupa tali tembaga, rumbaian bambu, atau tongkat), bagan atau rakit, jangkar, dan alat pemanen. Untuk alat/bahan tempat kerang menempel juga dibutuhkan kulit kerang atau kulit bekas mutiara. Kulit kerang ini berfungsi sebagai pemancing agar kerang menempel. Cara memasangnya berbeda-beda di setiap daerah tapi biasanya kulit kerang ini ditaruh dengan jarak sekitar 1,5 meter dengan posisi yang sama, yaitu menghadap ke bawah.

2. Lokasi Pemasangan Bagan/Rakit

Lokasi peternakan harus berada di perairan dengan suhu sekitar 22 s/d 26 derajat celcius, tingkat keasinan sekitar 1,017 s/d 1,021 (angka ini adalah standar yang digunakan di Jepang, silakan cek standar nilai yg dipakai di Indonesia di sumber lain), dan arus air sekitar 50 s/d 60 cm/detik. Taruhlah rakit dengan kerapatan sekitar 1,8 meter s/d 2 meter, bergandengan 2 buah dan berderet maksimal 12 rakit/bagan.

Catatan : untuk di Indonesia, anda sebaiknya mengecek dulu ke departemen perikanan apakah lokasi yang akan anda tempati menaruh rakit adalah perairan yang bersih dari polusi dan hasilnya nanti tidak membahayakan kesehatan. Untuk mengecek tingkat salinitas dan kandung zat2 di dalam air, bisa dilakukan dengan melihat data di departemen perikanan atau cek sendiri dengan mengambil sampel air lalu membawanya ke laboratorium di instansi2 pemerintah atau universitas2 dekat lokasi. Biasanya ada biaya pemeriksaan laboratorium.

3. Periode Pemasangan Rakit

Lakukanlah pemasangan rakit setelah mengecek hal2 berikut :

a. Telitilah kapan masa bertelur kerang di daerah itu. Ukur suhu air setiap hari dan perkirakanlah masa bertelur itu dengan melihat suhu (lihat suhu di atas).

b. Cobalah cek air di sekitar lokasi dengan menggunakan jala kasa. Coba perhatikan kandungan jentik2 plankton dan kerang. Perhatikan ritmenya dan mulailah menaruh rakit pada masa puncak.

c. Pada masa awal, lakukan pemasangan rakit setiap bulan dan ukurlah pada bulan berapa hasil yang terbanyak didapat. Tandailah secara seksama.

4. Metode Pemasangan Bagan/Rakit

Pada dasarnya ada 3 metode, yaitu :

a. Untuk perairan yang cukup dangkal sekitar 10 meter, bisa dilakukan dengan rangka tenggelam dengan diberi pemberat. Syaratnya adalah permukaan dasar laut harus berupa pasir, bukan lumpur. Tenggelamkan rangka yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki banyak tempat kerang menempel nantinya.

b. Untuk perairan yang berlumpur, bisa dilakukan dengan menanamkan rumpun2 bambu. Dan setelah waktu yang ditentukan bisa diangkat.

c. Metode yang paling populer adalah rakit atau bagan apung dengan diberi tali2 menjulur ke bawah. Dibandingkan 2 metode di atas, dengan metode ini kerang jauh lebih mudah dijaga, dirawat, dan dipanen.

5. Pemanenan dan Pemeliharaan

Musuh alami dari kerang ini selain beberapa jenis ikan, ulat laut, rumput laut, dan kerang2 tertentu, yang paling fatal adalah tingkat keasinan air laut. Kerang (jenis マガキ/magaki) tidak tahan dengan keasinan yang lebih rendah dari 1,016 dan lebih tinggi dari 1,021. Jika air laut turun keasinannya di bawah 1,006 maka dalam 2 s/d 4 hari bisa dipastikan kerang akan mati. Untuk ikan, ulat dan kerang bisa dilakukan dengan mengangkat tali ke udara beberapa saat. Sedangkan untuk rumput laut harus disiangi satu persatu. Sementara itu untuk keasinan air, yang terbaik adalah dengan melakukan penelitian tingkat keasinan air laut sebelum menaruh bagan/rakit.

Catatan : sifat kerang di atas adalah kerang yang hidup di perairan Jepang, silakan cari informasi tentang tingkat keasinan dan daya tahan hidup kerang di perairan Indonesia di website Departemen Perikanan http://www.dkp.go.id/

Cara pemanenan yang termudah adalah dengan menggunakan mesin penggulung tali yang dipasang celah sempit sehingga ketika tali tergulung ke gulungan, kerang akan terlepas dari tali dan jatuh ke dalam drum yang ditaruh di bawah mesin penggulung. Dan untuk memudahkan penarikan maka ujung tali yang menempel di rakit sebaiknya bukan diikat mati melainkan dicantolkan dengan besi berbentuk huruf U, dengan demikian sekali kait juntaian kerang bisa langsung ditarik ke atas kapal.

Masa panen adalah sekitar 10 s/d 12 bulan sejak pertama kali rakit dipasang. Jika dibiarkan lebih dari 1 tahun maka kerang akan melemah perlahan-lahan dan mati begitu saja.

——————————————————

Beternak kerang ini cukup menggiurkan masa depannya. Selain tidak terbatas karena akan terus dikonsumsi selama kualitas memenuhi standar, juga karena biaya yang dibutuhkan relatif murah padahal hasilnya sangat lumayan. Menurut data dari Departemen Perikanan di artikel yang ditulis pada bulan agustus 2007 ( http://www.dkp.go.id/content.php?c=4313 ), biaya untuk satu bagan sekitar 5 juta rupiah (sudah termasuk tenaga kerja), padahal satu bagan itu bisa menghasilkan penjualan sebesar 14 juta rupiah (dengan asumsi 1 kilo dijual 500 rupiah). Kalau seorang kenshusei yg baru pulang dari Jepang membawa pulang uang 150.000 yen saja, maka ia sudah bisa membangun sekitar 2-3 buah bagan atau rakit.

Masalah yang terpenting dari usaha ini adalah sistem keamanan karena lokasi peternakan yang berada di tengah laut tentu akan mudah dirampok oleh orang2 bejat. Tapi kalau usaha peternakan ini dilakukan secara berkelompok, maka dalam grup usaha itu bisa dilakukan ronda secara bergantian. Bahkan kalau memang usahanya bisa maju, tidak mustahil pihak berwajib di daerah anda akan memberikan perhatian khusus di masalah keamanan. Jadi, harus nyogok? Tidak juga, semua itu tergantung kita. Kalau kita berusaha membangun hubungan yang baik dengan penguasa tanpa kongkalikong, maka insya Allah akan ada pejabat2 yang amanah yang akan membantu. Insya Allah, Allah akan membukakan mata orang2 yang bersedia membantu. Allah tidak pernah menutup mata kepada hamba2-Nya yang berusaha.

Ganbarimashou….

4 comments

  1. yuli says:

    Hajimemashite membaca blognya sungguh asyik

  2. arif says:

    Terima kasih atas apresiasinya Yuli-san. Semoga tulisan saya bisa membawa manfaat.

  3. suardi says:

    Seru bgt…

    saya mo nanya bagaimana potensi bulu babi dijepang. trus bagaimana cara ekspor kesana. sy punya banyak nie.

  4. ono sarno says:

    assalamu allaikum
    mas…gemana kabar , saya punya bisnis yang sedang berkembang…saya suplly spar part merk jepang dan custommer saya juga kebanyakan perusahan jepan , saya belum tau cara untuk impor beli barang ke jepang…bisa minta tolong bantuanya mas ? siapa tau punya teman / conecsi nya…? terimakasih sebelumnya
    dari ono sarno kensusei angk 70 …..

%d bloggers like this: