Gladi Resik

Sebenarnya sudah berkali-kali Tatsuta sensei mengingatkan agar kami tepat waktu pada saat gladi resik hari ini. Peringatan itu sudah saya sampaikan juga ke teman2 anggota tim tapi ternyata tetap saja budaya jam karet orang Indonesia tidak hilang walaupun hidup di negeri sakura ini. Ketika saya dan Dewi bersama Aisha dan Adnan sampai di lantai 4 shoes plaza jam 12:50-an, ruangan besar yg dipinjam untuk latihan itu hanya berisi mbak Susy, Wildan, Lia dan mbah Tatsuta. Sampai jam 14:00-an baru 3 orang yang berkumpul, padahal kami harus latihan dgn anggota sebanyak 18 orang.

Menjelang jam 15:00-an barulah satu persatu anggota tim datang. Memang sih saya juga tidak bisa menyalahkan teman2 yg punya kegiatan seabrek sehingga tidak bisa datang tepat waktu, tapi suasana seperti ini biasanya berujung dengan keterburu-buruan di ujung waktu. Dan ternyata kekhawatiran saya terbukti, sebab menjelang jam 17:00 pun ruangan yang seharusnya sudah kosong itu masih harus dibersihkan dan dibereskan sehingga janji kami untuk memakai ruangan hanya sampai 17:00 tidak bisa ditepati. Teman2 yg sudah pulang duluan memang tidak tahu menahu, tapi mbah Tatsuta yg harus mengurus kunci ruangan terpaksa harus datang lagi ke ruang pengurus gedung dan membungkukkan badan untuk meminta maaf atas penggunaan yang lewat waktu. Saya hanya mengurut dada dan tak tahu harus berkata apa.

Sehabis beres2, rombongan diarahkan menuju daerah masjid. Malam ini sensei mengajak beberapa pentolan tim untuk makan malam di restoran Naan Inn. Setelah mengisi perut dengan tandoori chicken dan naan, kami berpisah dan pulang ke ruah masing2.