Sang Yokozuna

Agustus menjelang berakhir. Petang tadi akhirnya Yokozuna ke-68 ASA SHOURYU meninggalkan Jepang dan tiba di Ulaan Baatar sekitar jam 5 sore waktu setempat. Kepulangannya mengakhiri polemik yang menghiasi media massa Jepang selama beberapa minggu terakhir.

Komentator di TV2 tidak sedikit yang mengkritik tingkah pola Yokozuna yang bernama asli Dolgorsuren Dagvadorj itu, dia dinilai terlalu angkuh untuk mengaku bersalah dan sama sekali tidak mau meminta maaf kepada publik Jepang. Tapi di antara komentator itu ada pula yang menimpakan kesalahan kepada Oyakata Takasu yang dinilai tidak becus mendidik mental sang juara itu. Banyak pendapat yang menyayangkan ketidaksiapan mental sang juara ini, walaupun secara teknis sumo, ybs sangat dikagumi karena kelincahan dan kekuatannya yang luar biasa.

Sebelum kejadian itu, Asa Shouryu sangat dikagumi oleh publik Jepang karena merupakan Yokozuna orang asing satu2nya yang bertahan selama 3 tahun dan mencatat kemenangan di 21 tempat pertandingan di seluruh Jepang.  Dengan rekor yang dibuatnya, prestasi Asa Shouryu menempati peringkat 5 dalam sejarah sumo Jepang setelah Taiho, Chiyonofuji, Kitanoumi, dan Takanohana. 

Pada acara2 TV juga banyak dibahas tentang beberapa Yokozuna2 yg mengakhiri masa dinasnya dengan tidak terhormat. Mereka yang harus melepas gelar Yokozuna karena perkara2 yang kelihatannya sepele sebenarnya amat disayangkan. Betapa tidak, untuk menjadi seorang Yokozuna seorang pesumo bukan hanya diharuskan memiliki rekor pertandingan menang dua kali berturut-turut setelah mencapai status Ozeki, seorang pesumo juga harus melalui screening yang ketat dan penilaian yang sangat bergantung pada banyak hal dari Dewan Penilai Yokozuna yang ditunjuk oleh asosiasi Sumo Japan. Padahal untuk mencapai status Ozeki saja, tidak semua pesumo bisa. Ada banyak pemain sumo yang pensiun tanpa sempat meniti karir dan bergelar Ozeki.

Jika Asa Shouryu akhirnya melepaskan gelar Yokozunanya, memilih menetap di Mongol, dan membesarkan bisnis grupnya A.S.A Group, maka dunia persumoan Jepang akan sangat kehilangan seorang juara yang cemerlang. Permainan Asa Shouryu yang bergerak sangat cepat dan ditopang oleh kekuatannya yang menakjubkan akan dirindukan oleh penggemar Sumo seperti saya :mrgreen:

Anda suka sumo?