Panas dan Yokozuna

猛暑! (Panas yang kelewatan!)

Demikian judul bahasan berita2 tentang cuaca di Jepang akhir2 ini. Kemarin tercatat suhu sekitar Osaka dan Hyogo mencapai 38.6 derajat. Bahkan di Tokyo dan sekitarnya menembus angka 40. Selama 7 tahun di Jepang, sepertinya tahun ini adalah yang terpanas.

Bagi orang2 Indonesia yg belum pernah merasakan panasnya musim panas di Jepang mungkin akan berkata bahwa di Indonesia pun seringkali suhu mencapai angka 40. Apalagi di daerah2 sekitar garis katulistiwa seperti Sulawesi dan Kalimantan, sehingga seharusnya orang Indonesia yang hidup di Jepang tidak akan kesulitan beradaptasi dgn musim panas. Tapi sebenarnya panasnya musim panas di Jepang lebih buruk dibandingkan panasnya Indonesia. Kalau di Indonesia, walaupun suhu panas tapi masih ada angin semilir yg bertiup. Sehingga kalau kita berteduh dan menghindar dari sinar matahari maka akan berkurang rasa panas itu. Tapi kalau di Jepang, panasnya serasa sangat kering karena semilir pun angin tak berhembus. Sehingga rasanya seperti dipanggang di dalam oven. Ini yg disebut orang Jepang 蒸し暑い (panas seperti dikukus). Saking panasnya musim panas di negeri ini, sampai2 saban tahun selalu saja ada orang yang meninggal karena dehidrasi.

Selain berita tentang panasnya suhu udara. Minggu ini TV2 di Jepang juga dipanaskan oleh berita yang berpusat pada 横綱 (yokozuna=gelar juara tertinggi dalam olahraga Sumo)  朝青龍 (Asa Shouryuu).

Asa Shouryuu menjadi headline berita setelah dituding melakukan pembohongan publik. Sang Yokozuna asal Mongol ini beberapa waktu lalu pulang ke negaranya setelah cedera patah tulang sehabis pertandingan. Dengan alasan berobat inilah ia diperbolehkan pulang untuk istirahat. Yang menjadi masalah adalah ternyata sang Yokozuna ini sempat bermain bola bersama anak2 muda di sana. Kalau saja aktifitasnya itu tidak diliput media, maka tentu tidak akan ada masalah. Tapi karena kegiatannya itu diliput TV maka tentu saja dengan mudah tersiar di Jepang. Kontan saja komite Sumo Jepang langsung mencak2 dan tanpa tedeng aling2 langsung menjatuhkan sangsi larang tanding 2 musim pada jagoan ini.

Ketika kedapatan seperti ini, seharusnya sang Yokozuna melakukan konferensi pers dan meminta maaf kepada publik. Tapi mungkin kadung shock, ia malah mendekam di rumah dan menolak tampil di publik. Akhirnya setelah setengah dipaksa, Yokozuna diperiksa oleh dokter dan didiagnosa stres ringan. Karena tidak puas dengan hasil itu maka didatangkan dokter yg dipercaya oleh komite Sumo Jepang. Hasilnya, bukan stres ringan lagi tapi sudah berubah menjadi stres berat. Hingga hari ini Yokozuna sudah diperiksa oleh 4 empat dokter dan semuanya menyarankan agar supaya Yokozuna pulang dan menenangkan diri di negaranya, Mongol. Akan tetapi manajernya Takasu menolak opsi pulang kampung dan keukeuh supaya Asa Shouryuu berobat di Jepang saja. Mungkin Takasu Oyakata (sebutan untuk manajer Sumo) takut kalau Asa Shouryuu dipulangkan maka tidak akan mau lagi kembali ke Jepang karena malu kepada publik. Kejadian ini soalnya pernah terjadi pada seorang Yokozuna yang akhirnya mengundurkan diri dari dunia per-sumo-an karena kedapatan bolos tanding dan bermain surfing di Hawai.

Jangan2, Asa Shouryuu nekat bolos dan pulang ke Mongol karena tidak kuat dengan panasnya musim panas si Jepang :mrgreen: