Wakai Sangyo

Namanya Wakai Sangyo, tapi tentu saja artinya bukan “muda”, sebab kanji yang dipakai adalah 若井 bukan 若い. Walaupun cara bacanya sama tapi karena huruf yang kedua berbeda maka artinya pun berbeda, 若井 biasanya dipakai untuk nama orang.

Konon perusahaan itu bermula dari pembuat pasak kayu kecil berukuran panjang 8 mm dgn diameter 2-3 mm yang dipakai untuk membuat bento bako (kotak nasi) sejak puluhan tahun yg lalu. Setelah dunia industri maju di Jepang, secara perlahan mereka ekspansi produk yang melayani kepentingan industri konstruksi, mobil, dll. Saat ini mereka membuat beragam jenis paku, sekrup, komponen mobil, dll yang sesuai dengan tema perusahaan mereka “fastener”.

Ada 19 orang mahasiswa yang menghadiri seminar karir yg mereka adakan, dan kali ini saya bukan satu2nya orang asing karena persis di samping saya duduk orang Cina yg langsung ketahuan ke-cina-annya ketika berbicara.

Hal yang paling menarik adalah seminar yg mereka adakan itu bukan sekedar memperkenalkan perusahaan mereka dengan beragam produk inovatifnya, kabag personalia yg tampil dandy  malah menjelaskan bagaimana membaca hasil tes psikologi online yang sudah kami selesaikan sebelumnya. Saya katakan menarik sebab mereka begitu percaya diri untuk tidak berusaha menarik perhatian calon karyawan dgn kehebatan2 perusahaan, mereka malah berusaha membuka kartu tentang bagaimana mereka memilih pegawai.

Wakai Sangyo ini konon pernah punya pabrik di Indonesia, tepatnya di pulau Jawa. Tapi karena kurangnya apresiasi pasar terhadap produk2 inovatif mereka, maka mereka memilih menutup buku dan menarik investasi dari negeri kita. Saat ini mereka hanya memiliki anak perusahaan di Jerman sebagai pintu masuk di pasar Uni Eropa yang sedang hangat2nya.

Sebenarnya saya cukup tertarik dengan karakter perusahaan yang terlihat dinamis dan najimi ga aru(firendly), tapi begitu saya bertanya tentang kira2 pekerjaan seperti apa yang akan saya lakukan jika saya bekerja sebagai kaigai eigyoman (abroad representative), saya jadi surut dan mundur teratur.

Kata staf, kalau saya jadi di-hire, maka tugas saya adalah menetap dan memasarkan produk mereka di Jerman 🙂

Going to German? No, thanks.

osaka jo

Gedung IMP tempat seminar berlangsung.