Taktik Murakami

Hari ini gerakan Murakami dibahas secara mendetail di ANCHOR chanel 8. Dan tampaknya mereka berhasil mewawancarai langsung Tamai Eiji.
Seperti analisa yang saya tulis kemarin, tampaknya Murakami hanya bermaksud menjadikan Tamai sebagai bemper dari taktik yang dijalankannya. Ini terbukti dari komentar Tamai yang terlihat marah, bahkan berjanji akan mundur dari jajaran manajemen Hanshin jika nanti terpilih sebagai satu dari 16 CEO Hanshin Group, sebagai akibatnya perimbangan CEO akan menjadi 8-7 dengan Murakami 8. Ini tentu pukulan telak bagi manajemen Hanshin karena Tamai ini kelihatannya terbilang senior.
Justru kemarahan Tamai inilah yang diinginkan oleh Murakami. Jika pengambil keputusan di pasukan Hanshin bisa dipengaruhi secara pribadi, maka mereka akan gelap mata. Tidak tertutup kemungkinan Hanshin Group akan nekat membeli kembali saham mereka dari Murakami, walaupun mesti berutang secara korporat. Mari kita lihat selanjutnya, apakah akan ada perusahaan yang mendekati Hanshin dan menawarkan back up dana, kalau ada berarti taktik Murakami berjalan dengan lancar. Ataukah Hankyu akan mengikuti permainan Murakami? mari kita lihat.

Semakin menarik memperhatikan peristiwa yang jarang terjadi dalam dunia bisnis Jepang ini. Selama ini, bisnis di Jepang bergerak dalam kerangka tradisional yang cenderung masih men-tabukan akuisisi oleh pihak yang tidak dikenal, padahal M&A adalah resiko jika sebuah perusahaan turun di lantai bursa saham. Gebrakan2 yang dibuat oleh funding company selama beberapa tahun terakhir seperti Livedoor dan Murakami ini tampaknya masih belum bisa diterima di kalangan masyarakat umum. Mungkin ini masih sisa2 trauma buruk ketika Amerika menjajah Jepang selama 7 tahun dengan GHQ-nya. Dikala itu perusahaan-perusahaan Jepang ditunggangi oleh GHQ-nya Amerika dalam arti yang sesungguhnya yang menimbulkan rasa anti terhadap segala yang berbau foreign capital dalam perusahaan Jepang.