Kata-kata itu cerminan hati

Malam ini sehabis mengupdate data dan memasukkan data baru, saya kirim SMS massal kepada pemohon yang dananya segera turun, sekalian juga SMS massal kepada pemohon yang dokumennya lolos tahap pertama. Diluar dugaan, beberapa jam kemudian masuk SMS yang betul-betul mengagetkan, isinya sangat tidak sopan :marah:

Baj****n knp lho gak mau angkat tlp.

:bawah: Sempat membuat darah naik ke ubun-ubun beberapa detik, tapi godaan iblis itu langsung berusaha saya tepis. Siapa tahu ada alasan tertentu sehingga ia sedemikian marahnya kepada saya. Setelah periksa siapa pemilik nomor itu, akhirnya saya dapatkan nama seorang pemohon yang dananya masuk proses transfer dan tadi saya kirimi SMS pemberitahuan. Saya coba SMS balik dan tanyakan ke nomor mana ia telpon karena HP dan telpon rumah dari tadi adem-ayem saja. Setelah tiga kali saya SMS, baru ia balas lagi :

Maaf ya mas kirain orng ngerjain,ini tmnya mas D***** ya!Ini sy adik mas d*****

Rupanya ia salah sangka, dikiranya yang tadi kirim SMS itu orang iseng, jadi ia telpon nomor pengirim, dan tentu saja tidak akan nyambung karena nomor yang kami pakai adalah nomor virtual sehingga nggak akan ada yang dengar kalaupun ditelpon. Ini rupanya yang buat dia naik pitam dan makin curiga dengan nomor SMS kami, maka keluarlah isi SMS yang membuat saya bingung. Makanya rekan2 sekalian, kalau pakai nomor bukan milik sendiri, minta izinlah terlebih dahulu pada yang empunya nomor, supaya nggak bingung pemilik HP.

Dikasih berita gembira kok malah marah-marah 🙂 Dunia ini memang sudah aneh :bawah: