Archive for November 2005

意外と難しかった

今まではほとんど芸術関係仕事や趣味などをするときに、いつも自分がやりたくて自分でいろんなことをきめてからやったけど、今回オンライン雑誌のウェブマスターとして任務されて、意外と難しかった。全ての作業は他人の仕事を修正してサーバーに入れるだけが、細かいところまでみなあかんから、疲れたわ。
でも、できたらすごくすっきりしていた。またがんばるわ。。。。

URLは : http://io.ppi-jepang.org/

Menu hari ini

Hari ini makan siangnya pake bento yang 豪華 karena kebetulan Pak Purnawan, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia, datang berkunjung ke Universitas Hyogo. Sayang sekali karena jadwal yang terlalu padat sehingga tidak sempat susun acara dengan rekan2 PPI Kobe yang lain, siang ini juga beliau langsung bertolak ke Sendai.
Mungkin lain kali saya akan maksa beliau untuk menyisihkan waktu buat berdialog dengan rekan2 PPI Kobe dan sekitarnya. Saya yakin banyak rekan2 yang lain yang bisa berbagi wawasan dengan beliau. Kartu nama sih sudah di tangan, dan tampaknya kedatangan beliau di waktu-waktu mendatang akan ada lagi karena Universitas Hyogo memang sedang menjajaki peluncuran program MBA di kampus Gakuen Toshi. 期待しています。

ちょっと面白いなのは、そんな偉い人ですが、意外と先生の英語はごく普通でした。少しびっくりしました、なぜかというと、学長として必ず英語はばっちりというのは当たり前はずですが、そうでもなかった。話中でも引っかかったことが多かった、ええええ。。。と考えちゃった。:)

Winter 2005

Bismillah
Akhir November semakin mendekat, puasa syawal belum dapat satu pun. Kesibukan yang menguasaiku terkadang bisa membuatku ingin berteriak, walau seringkali aku juga merenung, untuk apa aku sesibuk ini dan kenapa aku sesibuk ini. Aku jadi teringat tentang sebuah peringatan Allah, bahwa salah satu tanda seseorang tidak disenangi Allah adalah ia akan diberi kesibukan tiada habisnya. Naudzubillahi min zalik, mudah2an kesibukanku ini bisa dihitung sebagai amal ibadah, bukan sekedar bersibuk-sibuk menghabiskan umur yang sudah terpatok panjangnya.
Akhir2 ini di milis PPI ribut sehubungan dengan pemberian award bernama Bushido award kepada seorang mantan anggota BPK yang membongkar korupsi di tubuh KPU. Senang sekali rasanya mendengar bahwa mulai ada pejabat negara yang berani berteriak lantang tentang sebuah ketidakbenaran, sayang sekali beliau sekarang ini sedang dicoba oleh Allah dengan percobaan character assasination yang bertujuan menjatuhkan kredibiltas beliau supaya beliau pun bisa ikut menghuni bui bersama orang yang telah diseretnya terlebih dahulu. Sedih juga melihat semua sandiwara kehidupan itu karena aku sendiri tidak mempunyai kemampuan yang cukup berarti untuk turut berperan serta dalam penegakan kebenaran. satu-satunya yang bisa aku lakukan adalah ikut meramaikan milis PPI, mencoba membela yang dirasa benar dengan argumen, dan mencoba membangkitkan animo calon2 pemimpin bangsa yang sedang menuntut ilmu di negeri ini terhadap dinamika yang terjadi di tanah air.
Kemanakah semua ini berujung? Wallahu a′lam bis showab. Yang aku tahu bahwa setumpuk tugas menungguku 🙂