Artikel Favorit

<< >>

Ilegal, prihatin.

Saya masih memacuurat2 syarafdi dalam otak saya untuk menerjemahkan beberapa lembar surat pemberitahuan yang akan dikirim ke kenshusei ketika Matsumoto Bucho menghampiri dan berucap chotto, sanjuppun de yoroshii desu ka?

QC

Minggu depan liburan musim panas akan dimulai. Bulan ini diawali dengan tahap selanjutnya dari proses training yang saya jalani. Sejak tanggal 1 lalu saya masuk ke departemen Quality Control di

Seminar Tentang Tenaga Kerja Asing di Jepang

Jam sudah menunjukkan pukul 13 lewat ketika saya dan manajer atasan saya di HRD meninggalkan gedung kantor pusat Mandom di bilangan Central Ward Osaka. Kami menggunakan subway dan meluncur menuju

Anda Kenshusei Yang Pulang Cuti ? Baca ini dulu….

Pulang cuti untuk melepas rindu pada keluarga dan handai tolan adalah hal yang banyak diidamkan oleh orang-orang yang tinggal jauh dari kampong halaman, apalagi bagi yang tinggal di luar negeri.

Survey for 卒論 (Skripsi)

Sejak kemarin secara resmi saya meluncurkan sebuah survey untuk bahan penulisan skripsi, sebagai tugas akhir saya untuk menyelesaikan kuliah ekonomi saya di universitas Hyogo, Kobe. Dengan bermodalkan database dari komunitas

Wisuda

Suatu hari sebuah perusahaan sepatu berkelas dunia mengirim salesmannya ke sebuah negara di Afrika. Salesman itu ditugasi untuk menganalisa peluang pasar di negara benua hitam tersebut. Ketika tiba di negara

Minggu Kedua

Hari ini sudah masuk minggu kedua kerja. Materi harian yang saya lakukan masih tetap sama sejak 2 minggu yang lalu yaitu chourei (朝礼=briefing pagi), mengamati pekerjaan staf di bagian produksi,

Nasehat Allah, Kimia, dan Akuntansi

Sewaktu duduk di bangku sekolah menengah atas (sebutannya SMA sebelum berubah nama menjadi SMU) tahun pertama saya sempat meninggalkan bangku sekolah beberapa hari dan harus menghabiskan waktu di bangsal rumah

Waktu yang berlalu

Hampir genap setahun yg lalu ketika terakhir kali saya menginjakkan kaki di kota kecil Aioi yang terkenal dengan dai-chan, yaitu sebatang lobak liar yang jadi tenar karena tumbuh dari sela-sela

Sudah Tua

Semalam saya pergi kondangan bersama teman, ini adalah kondangan resmi kali kedua semenjak beberapa belas tahun terakhir. Mungkin karena terlalu sering merantau maka saya nyaris tidak pernah menghadiri acara pernikahan,

Final Edition : Forum8 Tokyo Chapter

Hari ini adalah Forum8 Chapter Tokyo terakhir dari rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 6 bulan lalu. Dengan berakhirnya kegiatan hari ini, selesai sudah seluruh kurikulum yang dirancang oleh Steering Committee Forum8.

Forum8 chapter Tokyo dihadiri oleh 7 perusahaan yang semuanya kelas kakap di bidangnya, kecuali perusahaan kami. Ada Asahi Kasei, Asahi Beer, Takenaka Komuten, Panasonic, Nestle Japan, Kokuyo, dan Mandom. Dari 6 perusahaan selain kami bahkan ada yg nilai omset pertahunnya mencapai angka trilyun Yen, anak perusahaan hingga 500 buah, dan karyawan ratusan ribu.

Forum8 ini sangat menarik karena dihadiri oleh berbagai macam jenis perusahaan yang memiliki pasar yg berbeda, produk yg berbeda,.dan tentu saja approach yg sangat berbeda dalam menjalankan bisnis. Dan lebih menarik lagi adalah karena kurikulum Forum dibuat oleh kami para anggota Steering Committe, yang terdiri dari 7 orang.

Saat pertama diminta untuk mewakili perusahaan untuk menjadi Steering Committe, saya sempat ragu apakah bisa menjalankan tugas dengan baik karena sebagai SC, kami harus menyusun kurikulum, mengeksekusi program, melakukan review, dan mempersiapkan semuanya termasuk membimbing para peserta training yang tentu saja semuanya orang Jepang (tahun ini kebetulan ada satu peserta orang China). Apalagi saya diminta memegang dua chapter sekaligus, Chapter Jepang Barat dan Chapter Jepang Timur. 

Saya masih ingat ketika pertama kali berdiri di depan seluruh peserta dan diperkenalkan oleh SC pendahulu saya, para peserta terlihat bengong karena memang sepanjang sejarah forum yang sudah berdiri sejak 12 tahun ini, belum pernah ada SC yang merupakan tulang punggung Forum, dari kalangan non Japanese. Alasannya sederhana, karena semua komunikasi, baik tertulis maupun lisan dilakukan dalam bahasa Jepang. Namun, wajah bengong itu jadi berubah menjadi tertarik ketika pendahulu saya menjelaskan bahwa saya muslim, sehingga selama puasa saya tidak ikut makan siang, saya tidak makan babi, tidak minum alkohol, dan jika masuk waktu akan sholat di sudut ruangan yang tersedia. Saat itu suasana mulai cair ketika saya memperkenalkan diri dan melontarkan joke sehingga mereka jadi tertawa. 

Saat Forum mulai berjalan dan saya membawakan materi, terkadang saya memperhatikan beberapa orang terlihat mengkerutkan dahi pertanda kurang mengerti dgn bahasa Jepang saya, namun tak satupun yang pernah memperlihatkan rasa tidak senang.

Selama enam bulan, saya justru banyak belajar, padahal bukan sebagai peserta Forum. Namun karena kami harus mendampingi mereka saat materi, akhirnya kami ikut mendengarkan dan menyerap ilmu yang didapatkan secara gratis. Materi yang disampaikan selalu menarik dan mudah dicerna karena isinya tidak sekedar teori bangku sekolah, melainkan langsung dari praktisi pada bidang masing-masing dari perusahaan peserta.

Business Strategy diajarkan oleh praktisi dari Kokuyo, perusahaan produsen alat tulis kantor terbesar di Jepang. Finance Accounting dibawakan oleh GM dari Asahi Kasei, perusahaan chemistry yg terkenal dgn banyak produk hitsnya. Presentasi dan Komunikasi oleh Nestle Japan, Karir oleh Asahi Beer, Leadership oleh Takenaka Komuten, top 3 di bidang arsitek dan konstruksi di Jepang, dan marketing oleh Manajer kami.

Bulan lalu saat meeting SC, saya diminta untuk menutup Forum tahun ini pada pertemuan terakhir,.yakni hari ini. Saya hanya tertawa dan mengira mereka hanya bercanda karena walaupun saya bisa bahasa Jepang, tentunya akan lebih baik kalau yang menutup adalah SC orang Jepang yg pandai presentasi. Namun mereka serius, dan saya tentu saja sempat panik. Saat di Indonesia, saban tahun saya memang sering ngeMC acara RUPS tahunan yang dirangkaikan dengan public expose yg mengundang wartawan. Saat terjadi kecelakaan ledakan di pabrik dan membuat kami harus kehilangan 28 orang orang-orang baik dari karyawan kami, saya disuruh oleh Manajemen untuk ikut dalam team Direksi menghadapi pertanyaan wartawan di jumpa pers. Saat megang Management Planning pun, sempat menjadi facilitator dalam diskusi Direksi dengan Manajer. Tapi semua itu dalam bahasa Indonesia! 

Kali ini semuanya dalam bahasa Jepang, dan tanggung jawabnya sangat berat karena kalau closing ini tidak bagus, maka semua usaha kami yg enam bulan, akan sia-sia.

Tapi saat itulah saya menyadari bahwa mungkin inilah kesempatan untuk mengalahkan semua rasa takut dan minder saya sebagai orang asing di negeri ini. Bukannya berkelit, saya terima tantangan itu dan melaksanakannya tadi sore.

Ada semacam kelegaan yang sangat terasa setelah tadi saya meletakkan mic dan mengucapkan terima kasih saat menutup Forum8 tahun 2017 untuk Chapter Jepang Timur.

Ketakutan itu berhasil saya taklukkan. Memang tidak mudah, saya harus ikut training tentang presentasi dan komunikasi beberapa kali. Saya harus latihan berkali-kali mengulang teks dan menghapalkan skenario materi. Saya harus mendengarkan review para peserta dan mensummary saat detik-detik terakhir sebelum naik di podium. Dan saya harus melontarkan gurauan sebelum mulai bicara agar tidak gugup.

Alhamdulillah berkat bimbingan Allah, pesan yg ingin saya sampaikan tampaknya bisa mereka mengerti.

Ketika anda takut, hadapilah rasa takut itu. Karena itulah satu-satunya cara untuk menaklukannya.

@Shinkansen Nozomi No.525 Tokyo-Shin Osaka 17-11-2017

Kisah Sebuah Payung, Too Good To Be True

Hari ini sesuai perkiraan cuaca, hujan mengguyur kota Osaka sejak pagi buta. Saya berangkat kerja agak santai dan meninggalkan rumah sekitar jam 07:40an diantar oleh istri dan anak hingga ke depan pintu.
Tangan kanan memegang payung dan tangan kiri memegang lunch box, tas kerja berukuran kecil menggelayut di pundak.
Setelah menunggu beberapa menit, kereta Ekspres Hanshin jurusan Umeda datang, dan seperti biasa saya harus berdiri berdesakan. Namun karena cuma 9 menit dan juga para penumpang lain selalu tertib dan diam, maka perjalanan selalu nyaman. Dan seperti sudah dikomando, pada jam sibuk seperti ini, penumpang kereta biasanya menghindari parfum yg bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang lain. Karena belum tentu parfum yg kita sukai, di hidung orang tercium nyaman.
Saya mendapat tempat berdiri di dekat ujung tempat duduk, sehingga bisa menyandarkan payung di besi, dan menaruh lunch box di rak atas kepala sehingga bisa berdiri bebas tanpa menenteng barang. Namun, dari situlah semuanya bermula.
Karena keenakan tidak membawa barang, pada saat turun dari kereta di stasiun terakhir Osaka, saya hanya mengambil lunch box dan tas kerja dan melupakan payung yg saya beli dgn harga 700an yen atau sekitar Rp.80,000an itu. Saya baru tersadar ketika keluar dari pintu cek tiket dan sudah terlalu jauh dari posisi kereta.

Karena melihat arus manusia yg harus saya lawan jika nekat kembali ambil payung, saya memutuskan untuk melupakannya dan membeli payung baru di Lawson di stasiun Umeda. Hujan masih membasahi jalan ketika saya berjalan dari stasiun ke kantor.

Sepulang kerja, iseng-iseng saya mencoba singgah di ワスレモノセンター atau Lost & Found yg ada di stasiun Hanshin Umeda. Kepada petugas, saya jelaskan bahwa saya ketinggalan payung di kereta tadi pagi dan menyebutkan cirinya ada plester coklat.
Petugas masuk ke ruang gudang dan keluar sambil menyeret tempat payung berbentuk bulat yg berisi puluhan payung. Payung saya menancap di tengah-tengah, dan saya langsung bisa mengenalinya dari plester coklat di gagangnya.
Petugas stasiun menyerahkan tag yg harus saya isi dgn nama, alamat, dan no.tlp sbg bukti bhw saya yg mengambil batang tersebut. Setelah menerima payung, saya bergegas kembali ke arah stasiun.

Harga payung itu kurang lebih sama dgn satu porsi makan siang, tapi tetap dianggap penting sehingga dikumpulkan oleh pihak pengelola kereta.

Pagi itu hujan turun cukup deras, dan pasti ada saja penumpang yg lupa bawa payung sehingga pasti tergoda untuk membawa dan menggunakannya. Tapi semua orang itu bersedia mengikuti kata hatinya dan menomorsatukan kejujuran, tidak mengambil barang yang bukan miliknya.

Ini memang hanya cerita tentang sebuah payung yang ketinggalan di kereta di suatu pagi di Osaka, dan kembali ke pemiliknya dalam keadaan utuh. Tapi payung itu juga telah menjadi bukti tentang tingginya nilai kejujuran sebuah bangsa bernama Jepang. Sebuah nilai moral yang selalu kita impikan menjadi bagian dari bangsa kita, Indonesia. Mungkin di suatu hari nanti.

Mengenal Bahan Makanan di Jepang – Daftar Bahan Wajib Cantum

Standar kualitas produksi di Jepang sangat ketat, apalagi yang berhubungan dengan makanan. Dalam アレルギー物質を含む食品に関する表示Q&A (Q&A Tentang Pencantuman Bahan Alergi Pada Makanan) yang dikeluarkan oleh 厚生労働省医薬食品局食品安全部基準審査課 (Bagian Inspeksi Standar Keamanan Makanan Departemen Tenaga Kerja Dan Kesejahteraan Dirjen Obat dan Makanan — semacam BPOM di Indonesia), ada beberapa jenis tata cara pencantuman bahan makanan.

Yang diedarkan dengan Surat Keputusan Menteri dan wajib dicantumkanada 7 jenis yaitu :

卵・乳・小麦・えび・かに・そば・落花生 (Telur, Susu, Gandum, Udang, Kepiting, Mie Soba, Kacang tanah)

Selain itu ada 18 bahan yang sangat dianjurkan untuk dicantumkan dalam kemasan yaitu :

あわび、いか、いくら、オレン ジ、キウイフルーツ、牛肉、くるみ、さけ、さば、大豆、鶏肉、バナナ、豚肉、まつたけ、も も、やまいも、りんご、ゼラチン

Kerang Avalon, Cumi, Telur Salmon, Orange, Buah Kiwi, Daging Sapi, Kurumi (semacam kenari), Salmon, Ikan Mackerel, Kedelai, Daging Ayam, Pisang, Daging Babi, Jamur Matsutake, Buah Momo (Peach), Ubi Yamaimo (yang berlendir, bahan pembuat soba), Apel, dan Gelatin.

Setelah itu dikeluarkan lagi tambahan dua bahan yaitu : カシューナッツ・ごま cashew nut, dan wijen.

Bagi kita muslim hal ini sangat membantu untuk bisa mendeteksi apakah sebuah produk bisa kita konsumsi atau tidak.

Mudah-mudahan dalam tahun-tahun mendatang bahan lain seperti alkohol, asam amino, dll bisa dimasukkan juga.

Sumber : http://www.caa.go.jp/foods/pdf/syokuhin12.pdf